Entri yang Diunggulkan

LINGKUP STILISTIKA SEBAGAI ILMU

Wiko Antoni - Imaji Bangko Kami mengajak anda berdiskusi Mengenai Sastra , Pendidikan dan pencerdasan bangsa Sabtu, 20 September 2025 STILIS...

Kamis, 05 Juni 2014

FENOMENA PERUBAHAN FONETIK PEMBENTUK DIALEK BAHASA DESA RANTAUSULI KECAMATAN SUNGAI TENANG MERANGIN Wiko Antoni S.Sn.,M.Pd


1.   Pendahuluan
Komunikator  dan komunikan adalah satu kesatuan konvensi simbolik dalam komunikasi. Komunikator menyampaikan symbol-simbol yang diterima komunikan sebagai susunan pesan dengan makna yang difahami bersama. Dalam  komunikasi lisan Fonetik adalah symbol-simbol yang digunakan dalam susunan rumit untuk media komunikasi yang disebut bahasa lisan. Dalam bahasa tulis, fonetik dilambangkan dengan huruf-huruf yang diugestikan kepada pembaca dalam bentu kesepakatan bersama yang hanya berbunyi secara abstraktif. Saat seseorang membaca maka susunan fonetik itu berbunyi dalam hatinya saja yang secara konseptual menjadi susunan fonem membentuk kata, susunan kata membentuk kalimat dan seterusnya.
Konvensi fonetik yang berbeda di suatu tempat dengan tempat lain membuat terjadinya keragaman bahasa. Konvensi bunyi yang disepaati maknanya d sebuah tempat belum tentu mempunyai makna ditempat yang lain, ada pula konvensi fonetik yang bermakna di sebuah tempat memilik makna berbeda dengan tempat lain misalnya kata padang di Sumatera Barat diartikan sebuah tempat yang luas, sementara dalam bahasa Jambi padang adalah lokasi banyaknya terdapat tumbuhan tertentu misalnya padang durian (tempat banyaknya tanaman durian) sementara dalam bahasa Jawa padang diartikan dengan terang. Contoh lain adalah rantau yang dalam bahasa Jambi adalah hamparan sedangkan dalam bahasa Minang adalah tempat seseorang hidup iluar kampung halamannya. Sementara kata gedang dalam bahasa Merangin berarti besar sedangkan dalam bahasa Jawa gdang diartikan sebagai pisang.
Persoalan fonetik memang berkait dengan kesepaatan sebuah tempat, diwilayah yang memiliki rumpun bahasa sama saja kesepakatan penyampaian symbol bunyi ini juga berbeda-beda. Masyarakat Minangkabau saja memiliki demikian banyak ragam konvensi fonetik baik perubahan vocal dan konsonan dengan makna sama bahkan sampai kepada pemotogan fonem. Sebagai contoh kata caliak (lihat) berubah pengucapannya di Pesisir Selatan dengan kata liek.kata bareh (beras) di daerah Lintau menjadi boreh/bogheh  sementara kata kamari (kesini) di Pariaman menjadi kama-i.
Pemotongan fonem bila menjadi fenomena kesepakatan lokal dalam berbahasa. Di Sumatera Barat kata alah (sudah) bisaa diucapkan lah dengan demikian parole (a) menjadi hilang padahal artinya sama sekali tidak berubah. Di daerah Merangin kata sauman (mirip) bisa saja diucapkan dengan suman sehingga parole (a) pada  kata s(a)uman menjadi hilang. Pada Bahasa Jawa justeru ada kata-kata yang merubah fonetik secara ekstrim misalnya kata ora (tidak) menjadi gak bahkan kata ora bisa pula berubah makna menjadi “bukan” sesuai konteks bicaranya, sebagai contoh adalah sebagai berikut,
a.       Ora koyo ngono Cah (bukan seperti itu nak)
b.     Kowe iki ora genah (kamu ini tidak beres)
Dari contoh id atas jelas kata ora pada kalimat a diartikan sebagai  bukan ora koyo ngono maka antoniminya adalah sing bener koyo ngene (yang benar seperti ini). Sedangkan pada kalimat b kata ora berarti tidak karena mana mungkin ia dimaknai sebagai “kamu bukan beres”  yang benar adalah pernyataan  bahwa seseorang tidak berperilaku tidak benar disebut ora genah yang dibahasakan dengan siktaks kowe iki ora genah. Keragaman konvensi fonetik ini dimasukkan kedalam sosiolinguistik yang merupakan kajian bahasa terkait kelompok penganut kesepakatan sosial tertentu.
Di daerah Merangin fenomena perubahan fonetik ini juga terjadi, didaerah Tabir Hulu kata kamu dibahasakan dengan wo ang/ang demikian pula daerah Perentak-Sungai Manau. Didaerah Tabir kata kamu disebut dengan kawan, sementara Limbur Merangin kwan. Kata saya dibahasakan dengan  den didaerah Tabir Hulu, aku didaerah  Rantaupanjang, mbo di daerah Koto Rayo dan wak didaerah Limbur Merangin.
Di daerah Sungai Tenang, ada fenomena bahasa yang menarik yakni fenomena pemotongan fonetik dan perubahan konsonan. Pemotongan ini terjadi pada fonem-fonem awal kata dari seorang penutur pada situasi tertentu. Situasi ini misalnya saat berujar dengan semangat atau berujar dalam keadaan terburu-buru. Perubahan ini misalnya kata jalan jadi jalat yang bisa saja terpotong menjadi  jlat atau hanya lat. Kata licin menjadi liciet bahkan cit.
Keragaman konvensi fonetik adalah kekayaan berbahasa yang memerlukan perhatian, perhatian ini selain berupa upaya memberikan penghargaan kapada bahasa daerah sebagai bahasa ibu juga mesti dilakukan dengan pendekatan analisis ilmiah, tulisan ini adalah usaha melakukan analisis terhadap fenomena pemotongan  dan perubahan fonetik yang menjadi konvensi  di daerah Rantauuli kecamatan Sungaitenang kabupaten Merangin.
2. Kerangka Teori
2.1.   dialek
Linda dan Reniwati (2009:1) menjelaskan dialek sebagai ragam pengucapan tanpa merubah makana, yang diambil dari istilah Yunani dialect. Keragaman pengucapan ini akhirnya mengakibatkan perbedaan bunyi yang dimaksudkan tanpa merubah arti dari kata yang diucapkan. Pebedaan pengucapan ini akhirnya menjadi indentitas kelompok masyarakat tertentu sebagai contoh fenomena pengucapan fonem e pada kata serakah. Orang Padang akan panjang parole (e) sementara orang Jawa akan terdengar sangat ringan. Jadi ee dengan pengucapan tebal akan terdengar berbeda dengan e dengan pengucapan yang tipis.” S(e)rakah kamu ini”. Atau kamu ini “s(ee)rakah kamu ini.”
Fenomena ini tidak hanya berlaku pada fonem saja pada saat-saat tertentu kata kerap berganti dalam sebuah kalimat walaupun tujuan sama, seperti kata “kamu” yang sering berubah menjadi “kau” yang disebabkan oleh struktur budaya pengucap. Sebagai contoh kalimat ini:
a.       Kau tak bisa semacam itu.
b.      Jangan gitu lah kamu-nya.
Dapat dilihat kedua contoh kalimat diatas memiliki maksud yang sama yakni sebuah kekecewaan akan sikap lawan bicara yang dituturkan pengucap. Maksudnya perbuatan lawan bicaranya tidak layak dan pantas dilakukan. Perbedaan pola kalimat ini disebabkan struktur kalimat yang dimiliki bahasa yang melatari pengucap kalimat tersebut.
Kalimat a diucap oleh orang Merangin dengan  kalimat dasar kawan dak biso macam tu! Selanjutnya kalimat kedua diucapkan orang Jawa dengan kaliamat yang melatarinya ojo ngono kowe ne!. dengan demikian latar budaya akan merubah sintaks pengucap dalam menuturkan kalimat.
2.2.   Fonem
fonem adalah struktur terkecil dari symbol bahasa, menurut  Chaer  fonetik adalah bidang linguistik  yang mepelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan  apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi pembeda makna atau tidak. (2007:103).  Dengan demikian fonem adalah lambang yang  baik itu bermakna atau tidak. Lambang bunyi apabila sudah tertulis maka ia dialambangkan dengan huruf semisal yang sangat popular a-z yang merupakan perlambangan bunyi pada struktur huruf latin dan alif hingga yaa pada huruf arab.
2.3.   Konvensi  Fonetik dan Perubahan Fonem
Pada  siuasi tertentu pengucapan fonem bisa saja berubah atau dipersingkat, dalam linguistik hal ini dapat diurai sebagai fenomena berikut,
2.3.1.   .Assimilasi dan dissimilasi
Assimilasi adalah perubahan fonem menjadi bunyi lain karena ada bunyi yang ada dilingkungannya sehingga bunyi tersebut menjadi sama dengan bunyi yang ada dilingkungannya. Sebagai contoh kata dholim dalam bahasa Indonesia diucapkan dengan Zalim. Sehingga parole (d), (h), dan o berubah menjadi (z) dan (a) fonem dho.. menjadi Za… apabila perubahan fonem ini menyebabkan dua bunyi yang berbeda menjadi sama maka ini disebut dissimilasi misalnya kata sayang dan tayang yang fonem (s) pada sayang dan (t) pada tayang diganti menjadi (b) yang kemudian menghasilkan kata bayang.
2.3.2.      Netralisasi dan Arkifonem
Netralisasi adalah pelafalan fonetik yang sama dalam kata-kata dengan makna berbeda karena kata tersebut masing-masing memiliki sambungan berbeda secara asal, sehingga pembentuk makna keduanya sebenarnya adalah berbeda, orang Belanda bisaa melafalkan Hart dan Hard dengan bunyi yang tak jauh berbeda, Hart memiliki hibungan dengan ..en shingga bentuk dasarnya adalah harten yang berarti banyak jantung sedangkan hard memiliki sambungan  ..er atau Harder yang artinya lebih keras. Parole (t) pada hart dan (d) pada hard dinamakan sebagai akrofonem yakni fonetik yang menjadi pembeda makna dari sebuah kata yang terdengar mirip.
2.3.3.Umlaut, Ablaut dan Harmoni Vokal
Umlaut adalah fonetik yang sama dengan penekanan lebih tinggi, dalam hal ini agar lebih mudah kita gunakan saja tangga nada sebagai ukuran. Tangga nada memiliki ukuran do-re-mi- fa-sol-la –si-do dan seterusnya. Bila kita melafalkan u pada nada do maka secara substansi emosional makna u yang diucapkan dengan nada sol akan berbeda maknanya. Chaer mencontohkan pelafalan (a) dalam bahasa Belanda pada kata hanfie yang dianggap lebih tinggi kualitasnya pada kata hand.
Ablaut, adalah perubahan bunyi yang mengacu kepada perubahan gramatikal sebagai contoh House (rumah) menjadi Houses (rumah-rumah), River menjadi Rivers dan sebagainya.
Harmoni vocal adalah perubahan gramatikal secara selaras yang menyebabkan kesatuan bunyi yang harmonis antara kata dasarnya dengan model gramatiknya, Chaer mengambil contoh dari bahasa Turki kata Oda (kamar) yang berubah menjadi odalar (kamar-kamar).
2.3.4.    Kontraksi
Kontraksi adalah pemendekan, penyingkatan atau penghilangan sebagian bunyi dalam situasi  berbicara dengan cepat atau sebab lainya, misalnya did not menjadi did`nt, dalam bahasa Indonesia misalnya memang menjadi emang, dalam bahasa Merangin misalanya apo halnyo  jadi po hol, dan sebagainya.
2.3.5.      Metatesis dan Epentesis
Metatesis  adalah fenomena perubahan urutan fonem dalam kata misalnya jalur menjadi lajur. Epentesis adalah terselipnya fonem tertentu kedalam kata tanpa merubah maksudnya misal kata  kapak menjadi kampak. Atau supit menjadi sumpit.

3.   Fenomena Perubahan  Fonetik Kata-Kata dalam Bahasa Rantausuli
Berdasarkan fakta yang diperoleh setelah pengamatan dilapangan, di daerah Rantau Suli ditemukan tiga varian fenomena perubahan fonetik yakni assimilasi, kontraksi dan epentesis,

3.1.                         Perubahan fonetik pelafalan (assimilasi)
Perubahan pelafalan/assimilasi disebabkan konvensi lokal yang meleburkan fonetik kedalam perlambangan bunyi berbeda dengan kata asalnya hal ini terjadi dalam lingkungan tertentu dan hanya disepakati didaerah tersebut, di Rantausuli hal ini ditemukan dalam beberapa kata berbahasa Merangin  yang telah berubah bunyinya, kata-kata tersebut antara lain:
3.1.1.      Kawan =kuwan=Kuwat (kamu Laki-laki)
Kata kawan dalam bahasa Merangin berarti kamu, dalam dialek Rantausuli kawan tetap sama artinya dengan bahasa Merangin secara umum hanya saja pengucapan kata kawan kerap mengalami perubahan menjadi kuwan, kuwat  hingga kwat. Perubahan parole (a) menjadi (u) dan (n) menjadi( t) bukanlah sesuatu yang membuat perubahan makna.
3.1.2.      Ujan =Ujat (hujan)
Kata  ujan yang artinya hujan dalam bahasa Merangin pada bahasa jangkat berubah bunyinya jadi ujat. Perubahan ini terdapat pada bergantinya parole (n) menjadi (t)
3.1.3.      Marah=maghonh
Dalam dialek Rantausuli kata “marah” bisa berubah menjadi maghonh kata ini selain mengalami pengurangan parole sekaligus mengalami penambahan sehingga menjadi jauh sekali dari kata dasarnya padahal dari segi makna sama sekali tiada perubahan.  Parole yang berkurang adalah (r),(a), dan (h) sedangkan parole yang bertambah adalah (g), (h),(n) dan (h). pengucapan kata marah bisaanya lebih akarap dengan maghah atau mahah namun substansi awalnya tetaplah marah yang dalam bahasa umum di Merangin dibahasan dengan mahah. Secara jelas konteks penggunaan kata ini adalah sebagai berikut,
a.                   Mak maghah dak (jangan marah ya!)
b.                  Mak maghon lah  (jangan langsung marah!)
c.                   Kwat mak mahah dak (kamu janga marah ya)
d.                  Mak marah be (mau marah saja).
Secara umum perubahan fonetik kata marah pada kalimat-kaliamat diatas sama sekali tak merubah makna kata. Marah yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai emosi tidak senang yang menyipam keinginan agresif ini tetap pada substansi maknanya hanya saja pengucapan yang menjadi berbeda tersebut terkait pada konteks penutur menghadapi emosional lawan bicaranya.
Pada kalimart a penutur ingin lawan bicaranya tidak terpancing kemarahannya artinya lawan bicaranya belum tentu dalam keadaan marah. Kalmat b menyatakan bahwa penutur menyadari bahwa lawan bicaranya sudah dalam keadaan marah. Sehingga ia berusaha mengajak lawan bicaranya untuk bersabar. Kalimat c menyatakan emosi yang sama dengan kalimat a yakni ajakan untuk bersabar oleh penutur pada lawan bicaranya terkait hal-hal yang mungkin akan menyulut kemarahannya sementara pada kalimat d digambarkan bahwa penutur memang sudah berhadapan dengan kemarahan lawan bicaranya sehingga ia mengucapkan kalimat protes terhadap situasi tersebut.
3.1.4.      Kucing = kuc(heig)
Kucing di Rantausuli kerap terdengar diucapkan dengan kucheig kata kucing dengan makna seekor hewan mirip harimau kecil yang jinak dan lucu ini sama sekali tidak berbeda dengan “kucing” dalam bahasa Indonesia, pada kata kucing terjadi penambahan dan pengurangan konsonan sekaligus yakni  penambahan parole (h), (e), dan (i). sedangkan pengurangan parole adalah (n).
3.1.5.      Anjing =Anj(e)ig
Anjing dalam bahasa Rantausuli sama saja dengan makna kata “anjing” yang kita kenal. Kenyataannya dalam pengucapan kata “anjing” tidak terdengar lagi sebagai “anjing” tapi telah menjadi anejig pengucapan ini sama sekali tak merubah makna kata dasarnya padahal parole (e) telah terselip dalam kata tersebut.  parole (n) telah menghilang sedangkan parole (i) sudah berubah posisi.
3.1.6.      Gedang=gdea
Kata gedang dalam bahasa Merangin adalah besar sedangkan dalam dialek Rantausuli kerap digunakan kata gedang tapi lebih sering diucapkan dengan gdea dalam hal ini terjadi pengurangan parole (e),(a), (n) dan (g) sementara penambahan parole adalah (a).
3.1.7.      Hari=( aghi )
Kata hari dalam dialek Rantausuli mengalami perubahan fonem dengan pengurangan dan penambahan fonetik. Parole (a) berubah posisinya pada awal kata sementara (i) tetap berada di ujung kata. Parole (h) pindah pada urutan ketiga setelah sebelumnya berada diurutan pertama sedangkan parole (r)  menjadi hilag dan parole (g) muncul pada urutan ketiga dalam susunan fonetik.

3.2.Fenomena Pemotongan fonem (kontraksi)
3.2.1.      Makan = kat
Kata “makan”, dalam bahasa Rantausuli tidaklah berbeda dengan bahasa Melayu umumnya. “Makan” tetaplah dibahasakan dengan makan namun pada situasi tertentu kata “makan” bisa saja diucapkan hanya dengan “kat” saja. Kata “kat” diucapkan dalam situasi tertentu misalnya daam kalimat “nak kat?” (mau makan?) atau “yuh kat!” (mari makan). Padahal pada situasi lain bisa saja penutur mengucapkan “yuh kito makan” (ayo kita makan!).  perubahan dari makan menjadi kat sama sekali tidak merubah makna padahal sudah ada perubahan parole (n) menjadi (t) yang kemudian justru hilang sama sekali yakni makan-makat-(ma)kat=kat.
3.2.2.      Jalan=jlat
Kata jalan dalam bahasa Rantausuli tidak berbeda dengan bahasa Melayu lain baik dari pelafalan hingga makna. Hanya saja, seperti fenomena umum terjadi pada pemotongan fonem maka kata jalanpun mengalami perubahan fonetik yang signifikan. Kalimat “licin jalan ya.” Menjadi licit jlat yo” kemudian menjadi cit jlat yo.
3.2.3.      Tembesi=(mbesi)
Tembesi adalah nama Sungai yang ada membelah desa Rantausuli, nama sungai tersebut adalah Batang Tembesi tapi masyarakat kerap menyebutnya Tong Mesi atau tongh mbesi.
3.3.4.      Licin=cit
Kata licin pada dasarnya dalam keadaan normal bisaa dituturkan dengan licin tanpa perubahan lafal dan makna namun pada waktu-waktu tertentu penutur bisaa merubah menjadi cit saja artinya ada dua parole yang hilang yakni (l) dan (i). hilangnya dua parole ini sama sekali tidak merubah makna seperti kalimat licin nian jalan menjadi cit nyan jlat. Perubahan . dan penghilangan parole sama sekali tidak merubah makna yang dihasilkan kalimat.
3.3.    Penambahan Parole (epentesis)
Selanjutnya fenomena penambahan konsonan yang tidak merubah makna. Dalam dialek Rantausuli fenomena demikian dapat pula ditemui dalam beberapa kasus misalnya sebagai berikut,
3.3.1.      Tadi =tadi(n)
Kata tadi dalam maknanya sama dengan kata tadi dalam bahasa Indonesia yakni waktu beberapa saat yang lalu. Dalam dialek Rantausuli kata tadi bisa saja berubah menjadi tadin tanpa sama sekali merubah maknanya.


3.3.2.      Tung=Tung(h)
Kata tung yang artinya bibi bias saja terucap menjadi tungh. Penambahan fonem (h) ini terjadi pada konteks penegasan ucapan. Seperti kalimat dialog dibawah ini,
A    : Sapo kanti kwat tadin?
B    :Tung.
A    :Tungh?
B    :Tung nyan!
Artinya adalah sebagai berikut,
A   : Siapa teman kamu (laki-laki) tadi?
B    : Bibi.
A   : Bibi? (dengan penekanan)
B    : Memang bibi.
4.   Penutup
Berdasarkan analisis dialektika bahasa daerah Rantau Suli ditemukan tiga  indikasi perubahan fonetik yang dalam linguistik disebut dengan assimilasi, kontraksi dan epentesis. Proses fonetik ini membuat bahasa daerah Rantau Suli (umumnya Jangkat-Sungai Tenang) menjadi bentuk bahasa sendiri yang memiliki ciri khusus didaerah merangin. Proses ini pula yang mengakibatkan bahasa Rantau Suli dilafazkan dengan dialek berbeda oleh masyarakatnya dengan dialek yang umum digunakan oleh masyarakat Merangin.
 Secara umum perubahan bentuk kata yang terjadi dalam kata-kata berbahasa Rantausuli merupakan perlaihan pengucapan kata-kata berahasa Merangin. Kata-kata dasar yang menjadi acuan dari kata-kata yang berubah pengucapannya itu merupakan transformasi dialektikal yang beranjak dari modifikasi kata-kata berbahasa Melayu Jambi. Masih belum jelas apakah bahasa Merangin yang berasal dari dialek ini atau justeru bahasa Rantausuli ini merupakan adaptasi terhadap bahasa Merangin dimana (kemungkinan) bahasa daerah tersebut bukanlah sperti yang kita kenali sekarang.
Sebagai pertimbangan terhadap fenomena ini sebaiknya dilakukan penelitian historifikasi linguistic karena saat sebuah data yang sangat berharga berkaitan dengan bahasa Melayu sudah didapat yakni kitab Undang-Undang Tanjung yang menggunakan bahasa Melayu tua.  Kitab ini dapat dijadikan skrip pendukung yang sangat kuat berkaitan dengan proses perkembangan bahasa-bahasa orang Melayu dari dulu hingga saat ini. Semoga saja kajian sederhana ini bermanfaat bagi dunia keilmuan.


Kepustakaan
Chaer, Abdul, Linguistik Umum, Rineka Cipta Jakarta, 2007
Nandra dan Reniwati, Dialektologi, Teori dan Metode, Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2009


Minggu, 17 November 2013

Naskah Bahasa Minangkabau


LAKAJODOH
IDE CERITA           :
SKENARIO              : WIKO ANTONI
SUTRADARA          : EDI SATRIA
---------------------------------------------------------
 PEKANBARU
INT.  PAGI
MS.HARNIDA MENGEMAS PAKAIAN DIBANTU SUMIYEM.
MCU. HARNIDA    : engkau denga yem, aku nak berangkat ke Malaysia barang due atau tige bulan ni. Selama aku di seberang, segale pakai yang aku tinggalkan awak boleh lah pakai. Kalau ade orang tanye kata daje awak itu aku, faham tak.
MLS.SAMIYEM     : Bagaimana mungkin aku mengaku sebagai puan Nida apa tidak salah nanti jadinya.
HARNIDA              : tak pa lah, yang penting awak ngaku saja sebagai aku. Apa masalah nanti aku yang tanggung.
SAMIYEM              : Puan ke Malaisia mau urusan apa, kenapa lama sekali nsampai tiga bulan.
HARNIDA              : aku nak temui Datuk dan family di sana. Sekalian jalan-jalan lah. Seronok juga temui sanak keluarga yang lah lama tak jumpa.
SAMIYEM              : ayah puan sedang di Padang, apa sudah minta ijin mau pergi.
HARNIDA              : ai kau ni banyak sangat Tanya, ayah dan emak tu lama dia di Padang, dia tu nak bulan madu kedua. Daripada aku dicekam senyap, baiknya ke Malaisia lah, Pak Cik kata di sana ada peluang nak buka Toko barang-barang kerajinan. Ada kabar kerajinan asal Padang dan Jogja laku sangat. Aku nak coba rintiskan  usaha ni siapa sangka jadi peluang usaha ya tak?
SAMIYEM              : Apa tidak lebih baik minta izin dulu.
HARNIDA              : Kau ini cerewet sangat lah. Kini  aku nak berangkat, taksi dah nantik di halaman. Pesawat dah nak berangkat pulak, Kau dengar aku cakap tadi. Selama aku pergi segala pakaian aku engkau boleh pakai. Bila ada yang Tanya katakan saja awak itu aku. Faham.
SAMIYEM              : kalau begitu terserah puan saja lah.

EKST. SIANG
HERNIDA NAIK TAKSI, TAKSI MENINGGALKAN HALAMAN RUMAH MENUJU JALAN RAYA.
EKST
SINGGALANG-SIANG
IN FRAME
SYAMSUDIN MENETENG TAS BESAR DARI ARAH JALAN RAYA. SYAMSUDIN MELEWATI PEMATANG SAWAH MENUJU RUMAH GAEKNYA DI TENGAH SAWAH YANG BERAIR SEUSAI TANAM.
IN FRAME
SYAMSUDIN MEMASUKI PEKARANGAN RUMAH GAEKNYA.
IN. FRAME
SYAMSUDIN MENGETUK PINTU RUMAH GAEKNYA.
IN FRAME
INT. SIANG
MCU MINTUO       : Ai ini minantu aku dah datang, lama mintuo dengan MAMAK engkau menanti, ada cakap nak kita runding dengan kau.
MCU SYAMSUDIN : lah lamo mintuo pulang.
MINTUO                 : dah seminggu lah, MAMAK engkau kata engkau nak balikj dari Jambi. Kami nantikan kau, istirahatlah dulu. Kelak bila MAMAK kau balik dari sawah kita bukak rundingan bersama ayah dan ibu engkau.
SYAMSUDIN         : MAMAK dima kini mintuo?
MINTUO                 : Macam tak faham saja laku MAMAK engkau tu. Kalau lah sampai di kampong, tak akan dia berenti ke lapau. Pergi pagi malam baru lah nak balik, tapi taka pa juga kalau di Riau dia tak henti kerja urusan bisnis jadi mintuo lepas saja lah apa kendaknya. Sesekali pulang ke kampong apa pula lah slahnya, ya tak.
SYAMSUDIN         :  baiklah ambo ganti pakainan dulu, ambo latiah bana dari Jambi.
Mintuo                     :  bila sudah bersalin baju makanlah dulu, ada mintuo masak Ikan gulai kesukaan engkau.
SYAMSUDIN         :  iyo mintuo. Ambo kebetulan memang sadang lapa. Ibaraiknyo kini takayuah bana ka biduak ilia.
Cut to
INT. MALAM.
MLS RUANG TENGAH RUMAH GADANG.MAMAK, MANDEH, SYAMSUDIN DAN MINTUO DUDUK DALAM SIDANG. KOPI TERHIDANG DITENGAH.
MCU MAMAK         : lah lamo ang marantau ka Jambi, ba a. lai ado parubahan untuang ang.
SYAMSUDIN         : Alhamdulillah mak. Kok dulu ambo karajo di Toko urang, dek lai opuan manolong kini lah ado took ketek ciek nan diurus dek anak buah ambo sadangkan ambo mambukak usaho lain pulo.
MAMAK                   : Usaho apo nan an gurus kini.
SYAMSUDIN         : Toko kain, toko kain bamerek, lakajodoh.
MAMAK                   : Baa coitu bana mereknyo.
SYMASUDIN         : La kajodoh bana iduik dek parasaian. Hahahaha.
MAMAK                   : ado-ado sajo ang. Iyolah kok coitu (tertawa).
SYAMSUDIN         : Kok  MAMAK ba a lai lancer sajo kini.
MAMAK                   : Si Andra lah tamat kuliah di jurusan Ekonomi kini ka barumah lai.  Lah ado calonnyo anak urang Payokumbuah nan lamo marantau di Pakan. Si Nida kini sibuk sajo pulang baliak ka Malaisia ka rumah Pak Ciknyo di sinan. Antah apo pikia paja tu, umua kian batambah juo, beko kok dulu pulo adiaknyo kawin lai ka elok ko  lah.
SYMMSUDIN           : kok usaho lai lancer se mak.
MAMAK                   : kok usaho Alhamdulillah, alah ado cabang took MAMAK di Jambi jo Bengkulu kini. Toko Kain, biasolah. Hanyo itu usaho MAMAK dari bujang dulu. Dapek mintuo ang dek kain juo mah.
SYAMSUDIN               : ado nan takana diambo, ba a MAMAK pai sajo dulu, sampai da Ramli ibo ati.
MAMAK                   : Si Ramli itu ketek baru, ndak tahu iduik susahnyo doh. Jadi…(flash back MAMAK waktu remaja).
IN FRAME MAMAK MENCANGKUL DI SAWAH, MUNCUL TEMAN-TEMANNYA.
Acang                        : Oi, mancangkua juo ang lai, caliaklah urang lah sibuk di Padangpanjang kini.
MAMAK                   : apo nan disibukkan urang tu.
Acang                        : ndak ka maononton pacuan kudo ang.
MAMAK                   : aden mesti kasawah, kakak den ka nikah bulan muko, amak jo abak pai maurusnyo, kok ndak den cangkua sawahko beko talambek batanam. Kok lah tibo musiim kariang taniayo pulo basawah musim kini.
Acang                        : bantuak rang gaek ang mah, urang nan kabaralek ang lo nan paniang.
MAMAK                   : Aden anak laki-laki nan tuo, itu tangguangjawab den mah.
Acang                        : E.. pandie yo. Mo lah pai awak.
MAMAK                   : Pail ah ang den ka karajo.
Acang                        : Co itu ang yo, lah saklamoko awak kawan.
MAMAK                   : Bukan dak namuan manuruikkan kawan. Den sadang karajo. Beko talambek batanam.
Acang                        : Jadihlah kok macam itu, mulai ariko baranti awak kawan. Ang uruih lah sawah ang tu. Ndak usah anggap den kawan lai, bakawan se jo cangkua nan ang pacik tu.
MLS ACANG MENINGGALKAN MAMAK SENDIRIAN. MAMAK MENERUSKAN PEKERJAANNYA MENCANGKUL.
BACK TO, MAMAK MENGAMBIL ROKOK DAN MENYALAKANNYA.
CU MAMAK            : sajak ketek MAMAK bakarajo manolong keluarga. MAMAK anak laki-laki nan paliang tuo. Jadi tungkek urang tuo mancari nafkah. Hinggo MAMAK bujang tangguang ndak taturuikkan adaik rang mudo. Patang pagi kasawah, mauruih kabau jo kambiang. Dak dapek bamain sarupo urang.
Flash back.
MLS. INT. ORANG RAMAI MENANTI KELAHIRAN BAYI. MAMAK SIBUK MENGURUS KEPERLUAN KAKAK PEREMPUANNYA. MENETENG AIR PANAS, MENYIAPKAN MINUMAN UNTUK TAMU.
Etek Dukun               : Lah laia kamanakan ang.
MCU MAMAK         : Iyo tek, laki-laki apo padusi.
MCU APAK MALIN              : (menggendong Bayi) Siko lah sap. Dek wa ang nan lah latiah salamoko, maurus uni ang salamo uda marantau, maurus keperluan keluarga salamo uda ndak ado, kini agiah namo anak uda ko dek waang MAMAKnyo.
MCU MAMAK         : Uda se lah manga lo ambo.
MCUAPAK MALIN      : Iko kehormatan dek jaso ang maurus  uni ang salamo inyo hamil sadang uda jauah marantau.
MLS amak                 : Kok ambo agiah namonyo Ramli ba a da.
APAK MALIN          : Buliah apo maknanyo tu Sap?
MAMAK                   : Namo uda Rahman namo uni kan Elly jadi ambo singkat se jadi Ramli. Ba a manuruik uda,
APAK MALIN          : rancak sap. Rancak Bana.
BACK TO
MAMAK                   : Si Ramli MAMAK manjokan. Itulah kasalahan MAMAK. Kama pai MAMAK bao, dari pandai marangkak lah acok MAMAK menatiangnyo ilia mudiak, sadang apak Malin ang hanyo pulang sakali satahun dari Rantau. Inyo hanyo bakirim pitih sajo untuak  mandeh Tuo ang tiok bulan.  (MAMAK Menyeruput kopi dan menghisap rokok). Sampai suatu ketiko si Ramli saumua SMP. Waktu itu MAMAK  lah baumua tigopuluah tahun.
Ramli                         : Mak kato mandeh MAMAK ka pai marantau.
MAMAK                   : Iyo  ba a tu.
Ramli                         : Kok MAMAK pai sia nan maurus den lai.
MAMAK                   : Ang lah gadang mah. Uruslah diri surang.
Ramli                         : Ndak bisa doh, MAMAK dak buliah pai.
MAMAK                   : duduak siko lu, MAMAK ka mangecek. (Ramli duduk disamping MAMAK). Awak urang Minang, laki-laki harus pai marantau untuak marubah untuang. Danga dek ang. MAMAK lah tuo bana untuak iduik di kampuang. Malu dek cime eh urang. Caliaklah, MAMAK urang sadonyo pulang marantau, lah mancubo iduik di nagari urang, MAMAK ang dikampuang sajo sajak ketek. Kini ang lah gadang. MAMAK nio pulo nak mancubo iduik di nagari urang.
Ramli                         : Kok MAMAK pai siapo nan maurus den, sia nan manolong mandeh kasawah lai.
MAMAK                   : Ang lah gadang, ang mesti manolong mandeh ang pulang sikola. Kasuah si Fitri adiak ang, sayangi inyo. Itu pasan MAMAK.
Ramli                         : jan lamo bana marantau yo mak.
MAMAK                   : Antah lah Yuang. Tagantuang nasib mambao MAMAK.
Ramli                         : (menangis) pasan MAMAK ka den pacik. Ka den caliakkan ka urang aden lah gadang kini.
MAMAK                   : (memeluk Ramli) itu baru kamanakan MAMAK)
Back To.
MAMAK                   : MAMAK pai marantau, mulonyo ka Tungkal, iduik disininan barek, MAMAK mayubarang ka Malaysia jadi pandatang haram. Di Msalaisia MAMAK ditarimo dek dunsanak awak katurunan Minang, batahun-tahun MAMAK iduik dak jaleh sampai batamu Mintuo ang kini, suatu katiko MAMAK tatangkok dek razia, keluarga Mintuo ang nan manjamin, dek MAMAK lah lamo manjalin hubungan jo Mintuo ang, kami nikah di Malaisia tapi MAMAK ndak namuah maurus pergantian kewarganegaraan akhirnyo Mintuo ang nan mangalah kami marantau ka Pakanbaru.
SYAMSUDIN         : ba a kareh bana MAMAK marantau waktu itu.
MAMAK                   : Sabananyo MAMAK batangka jo angku tangah ang.
SYAMSUDIN         : Almarhum angku Malano mukasuik MAMAK.
MAMAK                   : iyo, waktu itu inyo manjua sawah di baruah. MAMAK managahkannyo tapi dek awak ketek nyo balanteh angan sajo. Ditambah angku tuo ang angku Sutan maiyokan pulo keceknyo. Hasil manjua sawah tu nyo bagi tigo jo angku Bungsu ang. Kini habih tandeh pusako awak termasuklah sawah nan dulu tampek MAMAK mancangkua sajak ketek.
SYAMSUDIN         : Amak jo mandeh tuo dak nyo agiah mak?
MAMAK                   : keluarga awak nyo agiah parak di bukik. Hanyo itu sajo nyo.
SYAMSUDIN         :  di Pakanbaru ba a c aritonyo mak.
MAMAK                   : Modal dari ayah Mintuo ang nan dibao dari Malaysia lai cukuik untuk marintis dagang di Pakanbaru. Hiduik MAMAK mulai barubah, dulu kama pai jalan kaki kini lah tabali onda CG ciek ka kendaraan pai ka Toko. Waktu bajalan katiko Harnida SMP dating ka Toko MAMAK seorang pemuda mancari MAMAK, waktu itu nan ado hanyo Mintuo ang, pemuda itu banamo Ramli, inyo manyuruah MAMAK pulang sabab ka kawin keceknyo.
SYAMSUDIN         : jadi nyo kawin, manga sampai kini nyo surang juo lai?
MAMAK                   : itu lah Yuang, waktu itu MAMAK sadang marintis usaho jo urang Malaysia, usaho itu adolah penjualan pakaian bernuansa Minang ke negeri Sembilan, baminggu-minggu MAMAK disinan, katiko pulang MAMAK langsuang pulang
Kakampuang tapi MAMAK danga Ramli lah pai antah kama, seluruh keluarga manangguang malu karano keluarga padusi itu manuntuik.
SYAMSUDIN         : Apo nan nyo tuntuik?
MAMAK                   : Ramli lari dihari pernikahannyo. Tautang keluarga awak maso itu. MAMAK sanggup manutuik utang itu, tapi sajak itu Ramli dak namuah lai batamu MAMAK.
SYAMSUDIN         : Ibo Bana ati da Ramli tu yo mak.
MAMAK                   : antahlah, MAMAK dak dapek pulo manyalahkannyo doh. Kini ado rundiang saketek untuak ang.
SYAMSUDIN         : Apo pulo tu mak.
MAMAK                   : Ko masalah Harnida, dulu waktu ketek ang tingga jo MAMAK di Pakan, lai ingek ang jo inyo.
SYAMSUDIN         : ba a pulo kok indak samo SD jo ambo, SMP sajo ambo pulang nyo, hinggo kuliah ambo di Padang. Tapi waktu kuliah lewat telepon acok juo inyo manelpon mambaritahu ambo MAMAK alah mangirim pitih untuak kuliah ambo.
MAMAK                   : itulah nan MAMAK pikiakan, lah dupuluah lapan umuanyo alun Juo takana ka balaki, lah banyak urang datang  nyo tulak juo. Lai amuah ang manolong MAMAK.
SYAMSUDIN         : mukasuik MAMAK?
MAMAK                   :pai ang ka Pakan, bujuaknyo buliah namuah barumah tanggo, sabab adiaknyo si Andra lah disasak an dek calon bininyo ka nikah bulan haji ko.
SYAMSUDIN         : Ba a lo caronyo, mungkin nyo alun ado nan katuju jo urang lai.
MAMAK                   : kok alun ado ang se ka kawannyo, kan labiah elok, bak jangguik pulang ka daguak. (MAMAK tertawa)
SYAMSUDIN         : (tertawa) MAMAK ado-ado sajo ma pulo ka namuah inyo jo ambo.
MAMAK                   : Cubolah pai ka Pakan barang saminggu. MAMAK manyusul saminggu lai.
SYAMSUDIN         : Iyolah mak, untuak MAMAK apo nan indak. (MAMAK tertawa)

CUT TO
SYAMSUDIN TIBA DI RUMAH MAMAK.
IN FRAME SUBTITEL (PAKANBARU)
SYAMSUDIN         : Assalamulaikum.
IN FRAME SAMIYEM MEMBUKA PINTU.
SAMIYEM                : wa alaikum salam, maaf cari siapa.
SYAMSUDIN         : ado Harnida?
SAMIYEM                : (TERSIPU) iya saya sendiri, uda ini siapa?
SYAMSUDIN         : Eee lah lupo sajo kau mah, ambo Syamsudin, ndak takana lai.
SAMIYEM                : (Tertegun sejenak, pura-pura ingat) eh iya uda, udaa siapa, uda anu itu kan?
SYAMSUDIN         : Syamsudin, lupo pulo kau namo den.
SAMIYEM                : iyaaa, uda Udin…hehehehe.
SYAMSUDIN         : (KAGET) ei sajak bilo kau maimbau den Udin.
SAMIYEM                : Ou jangan marah, salah panggil ya…masuklah dulu da Udin.
SYAMSUDIN         : (MENETENG TAS MASUK RUMAH)
CUT TO
INT. RUMAH SIANG
SAMIYEM                : uda duduk dulu ya… Samiyem, eh Hernida ambilkan air dulu, mau panas dingin atau sedang.
SYAMSUDIN         : Kau kan lah tau kesukaan den dari dulu mah.
SAMIYEM                : ooo…iya, the es kan?
SYAMSUDIN         : (kaget) sabananyo kau ko sia, iyo kau Harnida.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN) I…iyya…aku  Harnida. Uda jangan Marah.
SYAMSUDIN         : dulu kau ndak sarupo iko doh, bilo kau talangkang.
SAMIYEM                : Aapa da Talangkang, apa artinya tu da?
SYAMSUDIN         : sudahlah baokkan kopi untuak den. (Syamsudin menyalakan rokok)
SAMIYEM                : iiyaa tuan.. eh uda. (SAMIYEM MASUK KE DAPUR)
IN FRAME.  SYAMSUDIN GELENG KEPALA.
IN FRAME FOTO HERNIDA DI DINDING.
CU. SYAMSUDIN MENATAP TAJAM FOTO.
MS. SYAMSUDIN MELANGKAH KE ARAH FOTO.
IN FRAME SYAMSUDIN MENATAP LEKAT KE FOTO.
OS.
SAMIYEM                : Uda ini kopinya.
MS SYAMSUDIN MEMPERHATIKAN SAMIYEM.
SYAMSUDIN         : iyo kau Harnida.
SAMIYEM                : uda tidak percaya, lihat saja foto itu sama kan.
MS SYAMSUDIN MENATAP FOTO. CU SAMIYEM BERGAYA (OVER AKTING).
MS SYAMSUDIN BINGUNG.
LS SAMIYEM MENARIK SYAMSUDIN. MS SAMIYEM BERDIRI DEKAT FOTO.
SAMIYEM                : mirip kan uda?
SYAMSUDIN         : (Tersenyum) mirip saketek, tapi banyaaaaak bana dak miripnyo. (tertawa)
SAMIYEM                : (MERAJUK) uda jahat.
SYAMSUDIN         : (MENDEKATI SAMIYEM) sudahlah, uda ka istirahat. Ma kamar uda.
SAMIYEM                : Bia iyem, eh Harnida antar uda ke kamar.
SYAMSUDIN         : (KAGET) sia tadi ii… iiyam? Sia tu si Iyam.
SAMIYEM                : (SALAH TINGKAH) Tidak anu… Nida mau masak ayam.
SYAMSUDIN         : Oooo… bialah, nan ma kamar den ko.
SAMIYEM                : nan kiri Uda, itu kamar dekat ruang tengah, bia Nida antar.
SYAMSUDIN         : Iyo lah (melangkah sambil meneteng tas)
SAMIYEM                : bia Nida antar da.
SYAMSUDIN         : bialah den surang.
CU WAJAH SAMIYEM CERAH.
SAMIYEM                : aduh gantenge, kenak deh atiku. Ahhh…uda Syam trisnoku untuk muu..muach! muach! (cengengesan)
CUT TO
INT. RUANG TIDUR PAGI.SYAMSUDIN BANGKIT DARI TIDUR.
MS. SYAMSUDIN BANGUN, MENOLEH KE ARAH MEJA.
MCU. SYAMSUDIN MENATAP HERAN.
LS. SYAMSUDIN MELANGKAH KE MEJA.
CU. KOPI DAN SARAPAN.
SYAMSUDIN         : elok bana paja ko. Sia sabananyo inyo ko.
MLS                          : SYAMSUDIN  MENIKMATI SARAPAN PAGI.
CUT TO
EKST. SIANG.
EKST. SAMIYEM MENYAPU HALAMAN. SYAMSUDIN MUNCUL DARI PINTU.
MLS. SAMIYEM MENGGUNTING BUNGA.
MLS. SYAMSUDIN MENATAP AKTIFITAS SAMIYEM.
MCU SAMIYEM.
SAMIYEM                : gimana da enak tidurnya, oh ya da, sarapan uda sudah ada di kamar. Sudah Nida siapkan tadi.
MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : iyo tarimo kasih.
MLS. SMT. SAMIYEM MELANGKAH DARI HALAMAN MASUK RUMAH.
CU. SYAMSUDIN TERPERANGAH.
OS. DERING HP. SYAMSUDIN KAGET.
MLS SYAMSUDIN MENEMPELKAN ROKOK DI TELINGA. CU. SYAMSUDIN MEMAKI.
SYAMSUDIN         : kapindiang a pulo nan den angkek.
MCU. SYAMSUDIN MENEMPELKAN HP DITELINGANYA.
SYAMSUDIN         : ha..hallo mak. Assalamualaikum.
SUARA                     : Mak-mak apo pulak ni da. Ini Risma karayawan Toko Uda di Jambi.
SYAMSUDIN         : Eee… iyo Risma, ado apo ko.
SUARA                     : Gini bang cak mano barang yang uda janjikan kemaren. Stok lah tipis nian di Toko.
SYAMSUDIN         : iyo saba dulu uda kirim dalam duo hari ko.
SUARA                     : iyo lah kalu macam tu, e ngapo uda eror niah kini.
SYAMSUDIN         : eror ba a ko.
SUARA                     : letih aku telpon uda jak maren. Baru pagi ni diangkat. Aku nak laporkan keuangan Toko Minggu ini. Kamano be Uda dak muncul-muncul di Toko.
SYAMSUDIN         : e.. anu urus se lah dulu. Uda sibuk bana.
SUARA                     : iyo lah kalau macam tu, jangan lupo da, stok toko lah tipis.
SYAMSUDIN         : Iyo, beko uda kirim. Lah yo, Assalamualaikum.
SUARA                     : Wa alaikum salam.
CU. SYAMSUDIN BINGUNG.
SYAMSUDIN         : ko harus ka bukik lo ko mah…
CUT TO.
INT. MEJA MAKAN. MALAM.
LS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM SEDANG MAKAN.
MCU. SYAMSUDIN SEDANG MAKAN.
SYAMSUDIN         : Nida, uda baniaik mambao kau main ka Bukik Tinggi, lai namuah kau.
CU. SAMIYEM TERMENUNG.
OS. SYAMSUDIN  : Ba a lai namuah kau.
MCU. SAMIYEM   : (KAGET) a..apa da?
MCU. SYAMSUDIN     : uda baniaik mambawo kau jalan-jalan ka Bukik Tinggi.       Lai namuah kau.
MCU SAMIYEM    : mau da, kapan berangkat.
SYAMSUDIN         : Basiaplah, awak barangkek beko malam.
CUT TO
LS. JAM GADANG BUKITTINGGI. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERFOTO-FOTO.
MS. SYAMSUDIN MEMFOTO SAMIYEM.
MLS. SYAMSUDIN MEMANGGIL SESEORANG.
SYAMSUDIN         : Da tolong ambiak foto kami baduo.
MLS. SYAMSUDIN BERFOTO BERDUA SAMIYEM.
LS. PERTOKOAN AUR KUNING. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERJALAN MEMASUKI GERBANG TOKO.
MLS. SYAMSUDIN MENELPON.
SYAMSUDIN         : Mus tolong japuik barang di kadai langganan uda, anta ka toko di Jambi.
SUARA                     : Toko nan ditunggu Risma apo Neneng da.
SYAMSUDIN           : toko nan di Angso duo.
SUARA                     : Ooo tampek Risma, bali minyak di ma ambiak da.
SYAMSUDIN         : Beko uda telpon Risma, pakai se pitih kadai dulu.
CUT TO.
MLS. NGARAI SIANOK. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERDIRI DI PAGAR NGARAI.
SYAMSUDIN         : ba a, lai sanang ati kini.
SAMIYEM              : kalau dengan uda senang saja hatiku da.
SYAMSUDIN         : Co iko lah hiduik uda, hampir ndak ado waktu istirahat. Ado ampek anak buah di kadai. Sadonyo rancak karajonyo. Jujur, teliti. Kalau Risma itu lah tigo taun mengurus toko di Angso Duo. Kalau toko ciek lai baru anam bulan bukak.  Kadang uda bapikia untuak apo uda cari pitih siang malam, hiduik uda langang bana indak bakawan.   
SAMIYEM                : Kan banyak karyawan cewek uda, ambil saja satu jadi istri.
SYAMSUDIN         :(TERTAWA) sumbarang se kau mah.
SAMIYEM                : Barangkali uda terlalu pemilih, jadi sulit cari jodoh.
SYAMSUDIN         : indak juo, nan paralu lai elok budinyo alah dek uda mah.
SAMIYEM                : Benar begitu da?
SYAMSUDIN         : Iyo lai pandai Nida mancarikan.
SAMIYEM                : biar hanya pembantu, apa uda mau?
SYAMSUDIN         : ba a pulo Nida, masak uda dijodohkan dengan pembantu.
SAMIYEM                : (WAJAHNYA KECEWA) maaf da, mungkin Nida salah ngomong.
SYAMSUDIN           : ba a kok sadiah, apo salah uda.
SAMIYEM                : ngak ada kita pulang saja da.
SYAMSUDIN           : awak boking se hotel duo kamar.
SAMIYEM                : kita pulang ke pekan malam ini da.
SYAMSUDIN           : ado apo ko, baru pagi ko awak tibo disiko.
SAMIYEM                : rasanya badan Nida tidak enak da.
SYAMSUDIN           : kita ke dokter sajo Nida.
SAMIYEM                : tidak da (SAMIYEM MENANGIS)
SYAMSUDIN           : ado apo, ibo ati Nida dek uda?
SAMIYEM                : sudah lah da aku yang salah, aku…(MENUTUP MUKA DAN BERLARI)
SYAMSUDIN         : (MENGEJAR) Nida! Nida!
CUT TO
LS JEMBATAN BENTENG. SYAMSUDIN MELANGKAH MENUJU UJUNG SEBERANG. MLS. SYAMSUDIN SEPERTI MENCARI-CARI.
MLS. HARNIDA DUDUK DI BIBIR JEMBATAN BENTENG. SYAMSUDIN MUNCUL.
SYAMSUDIN         : Ka ma sajo, lah panek uda mancari.
MCU SAMIYEM    : (MATANYA BERAIR) kita pulang ke Pekan ya da.
SYAMSUDIN         : awak ka pai ka Singgalang, ayah Nida di kampuang kini.
SAMIYEM                : (KEMBALI MENANGIS) tidak da, tidak…Nida tidak mau ke kampung.
SYAMSUDIN         : apo masalahnyo. Berang Nida ka uda.
SAMIYEM                : tidak.
SYAMSUDIN         : jadi apo masalahnyo.
SAMIYEM                : Tidak ada.
SYAMSUDIN         : jadi ba a kok manangih.
SAMIYEM                : (MENCOBA TERSENYUM) tidak ada,  sudahlah kita ke Singgalang saja.
SYAMSUDIN         : paniang den. Lah mo lah awak pai.
SAMIYEM                : kita lihat kebun binatang dulu da.
SYAMSUDIN         : iyo lah, mo lah pai.
MLS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM MELIHAT-LIHAT MONYET.
MCU. (MONYET BERGANTUNGAN DI POHON) OS.  SUARA SAMIYEM.
SAMIYEM                : Iiiii. Mirip uda.
MCU SYAMSUDIN : kurang aja.
MLS. HARNIDA     : (MENCIBIR) uk, uk, (MENIRU GAYA MONYET) itu uda (tertawa dan berlari)
MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR SAMIYEM.
SYAMSUDIN         : kurang aja! Awas kau!
CUT TO.
MLS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM DUDUK DI SEBUAH CAFÉ.
SYAMSUDIN         : jam bara kini.
SAMIYEM                : (MELIHAT JAM DI HP) sudah jam empat da.
SYAMSUDIN         : capeklah makan, awak pulang se ka Singgalang.
OS. Suara Ramli.
MCU RAMLI            : Eii, disiko ang, bilo pulang.
RAMLI                      : sia pulo padusi rancak ko, lah pandai ang manatiang cewek kini yo!
MLS                          : kenalan lah dulu, ko Harnida, anak mak Sapri.
RAMLI                      : lah putiah se kau kini, dulu agak kalek Nampak dek den. (tertawa)
OS. Suara Hp.         : (SAMIYEM BERDIRI MEMEGANG HP) uda-uda sebentar ya, mau mengangkat HP.
SUARA HARNIDA  : yem aku dengar kakak sepupuku Syamsudin datang ke Pekan ya tak.
SAMIYEM                : (CEMAS) ii..iiya. benar!
SUARA HARNIDA  : kau urus baek-baek aku kini di Bukittinggi, esok nak balik.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN) ka…katanya, mau pergi tiga bulan.
SUARA HERNIDA :  Kau tau tak, bisnis ini menjanjikan sangat, tak sabar aku nak telisik barang-barang kerajinan ke Bukittinggi, apalagi aku dah pesan toko di Malaysia sebagai stand dagang aku kelak.
SAMIYEM                : tak usah pulang dulu aku tak di rumah.
SUARA HARNIDA  : (MARAH) apa kau berani tinggalkan rumah tiada izin? Di mana kau sebenarnya.
SAMIYEM                : aku mau behenti kerja di rumah puan.
SUARA HARNIDA  : ee kurang ajar sangat kau ya, berani pula nak lawan aku.
OS. SYAMSUDIN  : ada apa Yem, kau kanai berang yo.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN, MENANGIS) maafkan saya da, sebenarnya aku hanya pembantu, uda bicaralah dengan puan. Dialah Harnida yang sebenarnya.(MENYERAHKAN HP)
MCU.  SYAMSUDIN    : sudahlah, kecekkan ka iyo den nan mambao kau ka siko, suruah nyo kamari. Den danga nyo ado disiko.
MCU. SAMIYEM     : iyem tidak berani da.
MLS. SAMSUDIN DAN SAMIYEM
SYAMSUDIN           : Siko HP kau tu. (mengambil HP Samiyem) halo, Nida, ko uda Syamsudin. Jan berang lo ka Samiyem, uda nan mambaonyo kamari.
SUARA  HARNIDA     :  di ma uda, ambo kasinan kini.
SYAMSUDIN           : Di kafe dibawah jam jambatan Benteng. Uda tunggu Nida kini.
SUARA HARNIDA      : iyo da, tunggu Nida. Assalamualaikum.
SYAMSUDIN           : sudahlah, beko awak rundiangkan urusan ko, jan manangih juo lai. Apuih aia mato tu, sagan awak ka uda Ramli.
CUT TO.
MLS. HARNIDA, RAMLI, SYAMSUDIN, SAMIYEM DI CAFÉ.
HARNIDA                : iya, Nida akui salah pulak dah perintahkan Samiyem mengakui diri sebagai aku. Tapi tak elok pulak hingga pada uda dia mengakui yang demikian.
SYAMSUDIN         : itu adolah doso  mangicuah urang gaek. Waktu MAMAK ka pai kau mangatokan dan ka pai kama-kama. Sudah itu kau pai ka Malaysia, kau suruah pula Samiyem mangaku diri kau. Uda lah tahu dari samulo inyo bukan kau Nida, tapi bialah. Lah tajadi ba a pulo lai.
RAMLI                      : Jadi sabananyo manga ang disuruah mak Sapri ka Pakan.
SYAMSUDIN         : ambo disuruah mancari jodoh.
RAMLI                      : Ba a pulo carintonyo.
SYAMSUDIN         : beko awak rundiangkan di kampuang.
MLS. MEREKA BEREMPAT KELUAR TOKO.
CUT TO.
MLS. PANORAMA NAGARI SINGGALANG.
INT. RUMAH GADANG MALAM.
KELUARGA DUDUK DI RUANG TENGAH. APAK MALIN MEMBUKA PEMBICARAAN.
APAK MALIN        : assalamualaikum siding nan basamo. Disiko ambo kamambukak persoalan antaro keluarga awak. Kebetulan lai sadonyo bakumpua disiko. Tadi andeh si Ramli lah mangecek ka ambo persoalan nan tajadi salamoko jo adiak ambo Sapri. Kini kok nan tuo lah tiado, tigo urang nan dituokan dalam keluarga alah maninggakan kito. Ambo maraso kok rumah kito bak anak ayam tiado induak, tiado nan mancancang putuih, tiado nan mambuhua mati. Lah lamo ambo kamangecek ka MAMAK rumah nan tungga babeleang yakni Sapri. Pacik lah tangguangjawab. Pikualah baban. Lieklah kamanakan bak sampan hilang kamudi bak rang pajalan hilang padoman. Namun sabalun itu ado ciek nan kadikamukokan persoalan Ramli.  Tumpak ka waang Ramli, iyo ayah manyalahkan waang. Indak elok malawan nan tuo, elok bamaaf malah kini.
RAMLI                    : sabalunnyo yah buliah ambo mangamukokan alasan.
APAK MALIN        : Ba a Sap, kamanakan ang ka mangecek.
MAMAK                 : malawaBia lah da nak nyo lapehkan rangkik-rangkiknyo.
APAK MALIN        : apo nan ka ang katokan.
RAMLI                    : sabalumnyo, indak ambo malawan nan tuo bukan ambo manantang MAMAK tapi samantang co itu bana, kok di rintang-rintang bana iyo taibo hati nanko nan dek ulah MAMAK kanduang. Sajak ketek den dimanjokan. Ditatiang hilia diirik mudiak manga kini katiko gadang badan taraso basio-siokan. Sajak MAMAK pai marantau, raso putuih tali buayan. Tarambau denai dek sakik hiduik, ayah jauah dirantau urang, adiak surang padusi pulo. Samantang co itu bana pasan MAMAK indak den lupo. Den pacik arek den ganggam taguah hinggo lah gadang pulo si Asni. Tapi (RAMLI MULAI GAGAP, AIR MATANYA BERLINANG) tapi mak, sajak MAMAK barumah di rantau, jan ka maliek kami pulang. Den japuik MAMAK karantau harok maliek den basanding, kaba sajo tiado MAMAK barikan, jatuah taibo hati ambo. Den batalkan panikahan den bae lari karantau urang.
MAMAK                 : iyolah, mungkin salah MAMAK dimato waang. (MAMAK DIAM SEJENAK). Alah ang turuik MAMAK ka Pakan. Takaba dari mintuo ang maso itu. Cibo pulo ang tenggang yuang. MAMAK waktu itu sadang sampik bana, bukan sampik pitih nak. Wakatu MAMAK bana nan sampik.
RAMLI                    : lah iyo mah mak, campakkan sajo kami. Carilah pitih banyak-banyak.
APAK MALIN        : jago muncuang ang Ramli. Kok ndak dek ranggaek ciek ko ndak iduik ang doh, salamo den marantau sia nan maurus ang, cubo pikia.
RAMLI                    : den tau mah ayah, tapi ibaraik babuai, alah talayang dalam buaian manga tali baputuihkan jatuah tarambau badan diri.
MAMAK                 :Kok tantang itu mungkin MAMAK salah nak, bialah. Bari maaf MAMAK tantang itu. Salah den mamanjokan waang. Tapi cubo pulo ang pikiakan. Kok salalu ang bagantuang ka den bilo ang kagadang lai. Cubo bapikia dewasa saketek. Lah bara umua ang kini. Dulu ang manjo ka den, kini caliak si Asni. Lah duo pulo anaknyo. Ang lah jadi MAMAK pulo. Cubo pulo rasokan suliknyo maurus kamanakan.
SYAMSUDIN         : Alah mah da, hiduik  biaso khilaf, bari maaf MAMAK dek uda.
RAMLI                      : Iyo, den hanyo manyampaikan kato hati, den ndak mambanci MAMAK doh, nan sudah bialah. Kini dibukak lembaran baru. (MENDEKATI MAMAK SAMBIL MENANGIS) bari maaf ambo mak.
MAMAK                   :(MEMELUK RAMLI) ndak ado salah ang doh nak, MAMAK nan salah. Kini bialah kito bukak lembaran baru.
CUT TO
LS PERSAWAHAN SIANG. SYAMSUDIN DAN HARNIDA.
HARNIDA                : jadi itu masalahnya hingga datang ke Pakanbaru.
SYAMSUDIN         : ba a pandapek Ida?
HARNIDA                :(MALU-MALU) ida mau saja Uda. Terserah ayah sajalah…
SYAMSUDIN         :(MEMOTONG) tunggu dulu, ado salah Ida saketek.
HARNIDA                : e ape maksud uda?
SYAMSUDIN         : ida lah mampitaruahkan ikan ka kuciang, kini ikan tu lah digungguangnyo lari.
HARNIDA                : tak faham lah ida maksud uda tu.
SYAMSUDIN         : ibaraik kan hati uda ikan, Ida pitaruahkan ka Samiyem nan jadi kuciangnyo.
HARNIDA                : jadi uda dah suka pulak sama pembatu ida tu.
SYAMSUDIN           : tapeknyo ibo,  ibo manjadi sayang, sayang manjadi cinto. Kini hati ko lah kanai kaba a juo lai. ndak dapek aka la doh.
HARNIDA                : (menangis) dah buta ,mata uda, mau pula kena ke pembantu, sadar da. Ini Ida anak MAMAK uda, dia itu entahlah sesiapa. Mengapa uda sayangkan dia pula.
SYAMSUDIN           : Nasi lah jadi bubua, elok dibari sajo tangguli, nak manih juo dimakan. Mo lah pulang. Hari lah laruik sanjo.
MLS. SAMIYEM MENATAP DARI JAUH. CU SAMIYEM, MATANYA BERLINANGAN.
CUT TO
INT. RUMAH GADANG PAGI.
MAMAK                   : jadi ba a Syam, ala hang rundiangkan masalah tempo hari jo Harnida.
SYAMSUDIN         : alah mak, nampaknyo gambar tu kabua.
MAMAK                   : apo masalahnyo.
SYAMSUDIN         : antahlah mak, ambo binguang.
MAMAK                   : (MENATAP KE BELAKANG) Nida, siko kau.
HARNIDA MUNCUL MEMBAWA DUA GELAS KOPI.
HARNIDA                : apa pasal ayah memanggil Nida.
MAMAK                   : duduak kau dulu, ayah ka mangecek.
HARNIDA              DUDUK DISAMPING SYAMSUDIN.
MAMAK                   : kini ayah ingin maingekkan, umua kau lah labiah duopuluah salapan.
HARNIDA                : iya ayah ngertilah Nida.
MAMAK                   : Jadi apo juo nan kau nanti untuak barumah tanggo lai.
HARNIDA                :belum ada yang cocok lagi yah, janganlah memaksa.
MAMAK                   : Ndak suai kamanakan den ko dek kau, kok karajo lah ado, hiduik ,lah mapan, nan bantuak a nan  ka kau cario lai.
HARNIDA                : janganlah ayah nak marah saje, kamenakan ayah tu yang tak nak dengan nida dia dak kena sama pembantu kita tu. Si Samiyem.
MAMAK                   : batua itu Syam.
SYAMSUDIN         : (GUGUP) A..Anu Mak, eh…
MAMAK                   : Ba a kok ka inyo lo ang maadok, aden manyuruah ang pendekatan jo anak den Si Nida.
MLS. SAMIYEM LEWAT SAMBIL MENANGIS MEMBAWA TAS. MCU. SAMIYEM MENANGIS. MLS SYAMSUDIN MENGEJAR.
SYAMSUDIN         : Hei Yem ka pai kama kau.
MLS. SAMIYEM BERLARI KELUAR DAN HILANG DIPINTU. SYAMSUDIN MENGEJAR.
LS. SLMT. SAMIYEM BERLARI. MLS SAMIYEM MENGGUSAP AIR MATA SAMBIL BERLARI. MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR. MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : Yem tunggu yem.
MLS. SAMIYEM BERLARI KELUAR DAN HILANG DIPINTU. SYAMSUDIN MENGEJAR.
LS. SLMT. SAMIYEM BERLARI. MLS SAMIYEM MENGGUSAP AIR MATA SAMBIL BERLARI. MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR. MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : Yem tunggu yem.
MLS. SAMIYEM BERLARI DAN MENGHILANG DITIKUNGAN JALAN. MLS. SYAMSUDIN BERLARI MENGEJAR DAN HILANG DITIKUNGAN JALAN.
MLS. SAMIYEM DIKEJAR SYAMSUDIN. EX S. SLMT. KAKI SAMIYEM TERSANDUNG. MLS. SLMT. SAMIYEM TERJATUH. MS. SYAMSUDIN MEMBANTU SAMIYEM BANGKIT, SAMIYEM MERONTA.
SAMIYEM              : lepaskan Uda, biar iyem pergi.
MCU. SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : (MELEPAS TANGAN SAMIYEM) pailah Yem kalau ndak ibo kau ka uda.
SMIYEM                   : (KAGET) maksud uda apa?
SYAMSUDIN         : (TERSENYUM) lah labiah duopuluah lapan umua uda, sajak tunangan uda maningga dulu, hati uda tatutuik untuak padusi. Kini ado nan mambukaknyo. Tahu kau sia urangnyo tu?
SAMIYEM                : tidak da.
SYAMSUDIN         : inyo pembantu, pembantu nan uda harokkan mambantu uda saumua hiduik. Pembantu nan membantu susah uda, membantu uda dalam sanang maupun sakik. Seorang pembantu Yem, bukan sembarang pembantu. Pembantu nan membantu uda bangkik dari keterpurukan perasaan, pembantu nan membantu uda menemukan arti cinto nan sabananyo. Kaulah pembantu itu Yem. Pembantu nan uda harokkan dalam hiduik uda. Di bukik tinggi tempo hari kau marajuak katiko uda katokan ndak namuah jo seorang pembantu. Waktu itu uda bagarah Yem, uda tau kau sabananyo bukan Harnida. Maafkan uda kok garah uda talampau bana, mambuek kau ibo hati.
SAMIYEM                : uda Jahat.
SYAMSUDIN           : manga pulo uda.
SAMIYEM                : uda jahat, telah mencuri hati Iyem.
MCU. SYAMSUDIN TERSENYUM.
SYAMSUDIN         : mo lah  awak pulang.
SAMIYEM                : iyem takut da.
SYAMSUDIN         : Mak Sapri itu bijaksana Yem, inyo pasti faham bilo alah uda jalehkan.
SAMIYEM                : Iyem takut pada puan Harnida, kemarin malam dia marah-marah pada Iyem.
SYAMSUDIN           :bialah mak Sapri nan manarangkan ka Inyo.
SAMIYEM                : iya lah da.
CUT TO
RUMAH GADANG. MALAM.
MAMAK                   : jadi kini lah jaleh masalahnyo. Aden indak ka mamaso sabab lah tau bana pangka masalahko. Jadi iko tajadi karano si Harnida manyuruah Samiyem mangaku sabagai dirinyo sabalum nyo barangkek ka Malaysia tempo hari. Den sarahkan ka Syamsudin sia nan kadipiliahnyo, Harnida atau Samiyem, itu lebih adil sabab kini ado ciek sopir untuak duo kamudi, tantu sopir itu nan mesti mamiliah oto ma nan kadibaoknyo.(SEISI RUMAH TERTAWA)
SYAMSUDIN         : elok kini tagak kaduonyo dimuko buliah ambo mamiliahnyo.
MAMAK                   : tagaklah kalian baduo dimuko (TERTAWA)
HARNIDA DAN SAMIYEM BERDIRI DIDEPAN.
SYAMSUDIN         : Ambo akan mamiliah dengan mengajukan pertanyaan. Jawaban pertanyaan itu adolah alasan ambo manantukan pilihan.
HARNIDA                : tanye saja da, pasti adek jawab.
SYAMSUDIN         : Baiaklah partamo, Kok ado pitih sapuluah ribu, sadang bareh haragonyo sapuluah ribu sagantang. bisa kalian mambalinyo.
HARNIDA                : bisa lah, kan pas duitnya ya tak.
SYAMSUDIN         : ba a dek Samiyem.
SAMIYEM                : Iyem hanya kan beli setengah gantang da sebab sisa uang untuk membeli keperluan dapur lain, misalnya cabe dan minyak.
SYAMSUDIN         : Iyo lah, pertanyaan kaduo. Kalau misalnyo aden sakik sadang pitih dak ado, ba a caronyo maubek den.
HARNIDA                : Nida kan temui ayah dan pinjam darinya buat obat uda.
SAMIYEM                : kalau Iyem akan persiapkan sebelum itu terjadi, Iyem akan tabung uang belanja sedikit-sedikit untuk persiapan seandainya ada diantara kita yang sakit.
SYAMSUDIN         : kini pertanyaan nan katigo. Kok nyampang aden lupo diri kemudian talapeh manjatuahkann tangan. Apo nan kalian pabuek.
HARNIDA                : Nida sabar saja sampai uda sadar.
SAMIYEM                : iyem akan pergi dari uda. Untuk sementara atau selama-lamanya. Uda tidak lagi menahan diri demi kasih saying uda tapi memperturutkan amarah sehingga menyakiti Iyem.
SYAMSUDIN         : Terakhir, ma nan dipiliah, aden sumbayang atau mencari pitih patang pagi.
HARNNIDA             : Uda harus seimbang antara ibadah dan mencarikan nafkah keluarga.
SAMIYEM                : sama bagi Iyem itu juga lah yang terbaik da.
SYAMSUDIN         : barangkali dari ampek pertanyaan itu lah jaleh dek MAMAK sia nan ka dipiliah.
MAMAK                   : kok ditimbang samo barek jatuah  timbangan ka Samiyem. Lah faham MAMAK mah.
HERNIDA MENANGIS IA BERLARI MASUK KAMAR. MCU RAMLI MENATAP TAJAM.
RAMLI                      : mak buliah ambo mamintak.
MAMAK                   : Apo nan ang mintak.
RAMLI                      :kok lai buliah, barikan lah Harnida untuak ambo.
MAMAK                   : Tagantuang nan punyo bandan mah yuang. Cubo tanyokan ka inyo.
RAMLI                      : Mintuo, tolong panggiakan, Harnida.
MINTUO                   : ai kau ni, dah tau dia sedang sedih.
RAMLI                      : indak ibo mintuo, anak mintuo nan surang ko lah kapalo tigo alun bakawan.
MINTUO                   : Biarlah Mintuo rundingkan  dengan dia, kau terima bereslah.
RAMLI                      : Tarimo kasih bana mintuo, ado salek sdaketek beko untuak mintuo.
MAMAK                   : apo pulo tu ka ang sogok pulo mintuo ang.
RAMLI                      : indak, sekedar balas jaso, hehehe.
MAMAK                   : Kamanakan manjo, ndak barubah dari dulu, nio pisang lah bakuba an se.
RAMLI TERTAWA.
IN FRAME. PESTA PERKAWINAN RAMLI BERSANDING DENGAN HARNIDA. SYAMSUDIN BERSANDING DENGAN SAMIYEM. ZOM OUT TO BLACK.

SELESAI


























LAKAJODOH
IDE CERITA           :
SKENARIO              : WIKO ANTONI
SUTRADARA          : EDI SATRIA
---------------------------------------------------------
 PEKANBARU
INT.  PAGI
MS.HARNIDA MENGEMAS PAKAIAN DIBANTU SUMIYEM.
MCU. HARNIDA    : engkau denga yem, aku nak berangkat ke Malaysia barang due atau tige bulan ni. Selama aku di seberang, segale pakai yang aku tinggalkan awak boleh lah pakai. Kalau ade orang tanye kata daje awak itu aku, faham tak.
MLS.SAMIYEM     : Bagaimana mungkin aku mengaku sebagai puan Nida apa tidak salah nanti jadinya.
HARNIDA              : tak pa lah, yang penting awak ngaku saja sebagai aku. Apa masalah nanti aku yang tanggung.
SAMIYEM              : Puan ke Malaisia mau urusan apa, kenapa lama sekali nsampai tiga bulan.
HARNIDA              : aku nak temui Datuk dan family di sana. Sekalian jalan-jalan lah. Seronok juga temui sanak keluarga yang lah lama tak jumpa.
SAMIYEM              : ayah puan sedang di Padang, apa sudah minta ijin mau pergi.
HARNIDA              : ai kau ni banyak sangat Tanya, ayah dan emak tu lama dia di Padang, dia tu nak bulan madu kedua. Daripada aku dicekam senyap, baiknya ke Malaisia lah, Pak Cik kata di sana ada peluang nak buka Toko barang-barang kerajinan. Ada kabar kerajinan asal Padang dan Jogja laku sangat. Aku nak coba rintiskan  usaha ni siapa sangka jadi peluang usaha ya tak?
SAMIYEM              : Apa tidak lebih baik minta izin dulu.
HARNIDA              : Kau ini cerewet sangat lah. Kini  aku nak berangkat, taksi dah nantik di halaman. Pesawat dah nak berangkat pulak, Kau dengar aku cakap tadi. Selama aku pergi segala pakaian aku engkau boleh pakai. Bila ada yang Tanya katakan saja awak itu aku. Faham.
SAMIYEM              : kalau begitu terserah puan saja lah.

EKST. SIANG
HERNIDA NAIK TAKSI, TAKSI MENINGGALKAN HALAMAN RUMAH MENUJU JALAN RAYA.
EKST
SINGGALANG-SIANG
IN FRAME
SYAMSUDIN MENETENG TAS BESAR DARI ARAH JALAN RAYA. SYAMSUDIN MELEWATI PEMATANG SAWAH MENUJU RUMAH GAEKNYA DI TENGAH SAWAH YANG BERAIR SEUSAI TANAM.
IN FRAME
SYAMSUDIN MEMASUKI PEKARANGAN RUMAH GAEKNYA.
IN. FRAME
SYAMSUDIN MENGETUK PINTU RUMAH GAEKNYA.
IN FRAME
INT. SIANG
MCU MINTUO       : Ai ini minantu aku dah datang, lama mintuo dengan MAMAK engkau menanti, ada cakap nak kita runding dengan kau.
MCU SYAMSUDIN : lah lamo mintuo pulang.
MINTUO                 : dah seminggu lah, MAMAK engkau kata engkau nak balikj dari Jambi. Kami nantikan kau, istirahatlah dulu. Kelak bila MAMAK kau balik dari sawah kita bukak rundingan bersama ayah dan ibu engkau.
SYAMSUDIN         : MAMAK dima kini mintuo?
MINTUO                 : Macam tak faham saja laku MAMAK engkau tu. Kalau lah sampai di kampong, tak akan dia berenti ke lapau. Pergi pagi malam baru lah nak balik, tapi taka pa juga kalau di Riau dia tak henti kerja urusan bisnis jadi mintuo lepas saja lah apa kendaknya. Sesekali pulang ke kampong apa pula lah slahnya, ya tak.
SYAMSUDIN         :  baiklah ambo ganti pakainan dulu, ambo latiah bana dari Jambi.
Mintuo                     :  bila sudah bersalin baju makanlah dulu, ada mintuo masak Ikan gulai kesukaan engkau.
SYAMSUDIN         :  iyo mintuo. Ambo kebetulan memang sadang lapa. Ibaraiknyo kini takayuah bana ka biduak ilia.
Cut to
INT. MALAM.
MLS RUANG TENGAH RUMAH GADANG.MAMAK, MANDEH, SYAMSUDIN DAN MINTUO DUDUK DALAM SIDANG. KOPI TERHIDANG DITENGAH.
MCU MAMAK         : lah lamo ang marantau ka Jambi, ba a. lai ado parubahan untuang ang.
SYAMSUDIN         : Alhamdulillah mak. Kok dulu ambo karajo di Toko urang, dek lai opuan manolong kini lah ado took ketek ciek nan diurus dek anak buah ambo sadangkan ambo mambukak usaho lain pulo.
MAMAK                   : Usaho apo nan an gurus kini.
SYAMSUDIN         : Toko kain, toko kain bamerek, lakajodoh.
MAMAK                   : Baa coitu bana mereknyo.
SYMASUDIN         : La kajodoh bana iduik dek parasaian. Hahahaha.
MAMAK                   : ado-ado sajo ang. Iyolah kok coitu (tertawa).
SYAMSUDIN         : Kok  MAMAK ba a lai lancer sajo kini.
MAMAK                   : Si Andra lah tamat kuliah di jurusan Ekonomi kini ka barumah lai.  Lah ado calonnyo anak urang Payokumbuah nan lamo marantau di Pakan. Si Nida kini sibuk sajo pulang baliak ka Malaisia ka rumah Pak Ciknyo di sinan. Antah apo pikia paja tu, umua kian batambah juo, beko kok dulu pulo adiaknyo kawin lai ka elok ko  lah.
SYMMSUDIN           : kok usaho lai lancer se mak.
MAMAK                   : kok usaho Alhamdulillah, alah ado cabang took MAMAK di Jambi jo Bengkulu kini. Toko Kain, biasolah. Hanyo itu usaho MAMAK dari bujang dulu. Dapek mintuo ang dek kain juo mah.
SYAMSUDIN               : ado nan takana diambo, ba a MAMAK pai sajo dulu, sampai da Ramli ibo ati.
MAMAK                   : Si Ramli itu ketek baru, ndak tahu iduik susahnyo doh. Jadi…(flash back MAMAK waktu remaja).
IN FRAME MAMAK MENCANGKUL DI SAWAH, MUNCUL TEMAN-TEMANNYA.
Acang                        : Oi, mancangkua juo ang lai, caliaklah urang lah sibuk di Padangpanjang kini.
MAMAK                   : apo nan disibukkan urang tu.
Acang                        : ndak ka maononton pacuan kudo ang.
MAMAK                   : aden mesti kasawah, kakak den ka nikah bulan muko, amak jo abak pai maurusnyo, kok ndak den cangkua sawahko beko talambek batanam. Kok lah tibo musiim kariang taniayo pulo basawah musim kini.
Acang                        : bantuak rang gaek ang mah, urang nan kabaralek ang lo nan paniang.
MAMAK                   : Aden anak laki-laki nan tuo, itu tangguangjawab den mah.
Acang                        : E.. pandie yo. Mo lah pai awak.
MAMAK                   : Pail ah ang den ka karajo.
Acang                        : Co itu ang yo, lah saklamoko awak kawan.
MAMAK                   : Bukan dak namuan manuruikkan kawan. Den sadang karajo. Beko talambek batanam.
Acang                        : Jadihlah kok macam itu, mulai ariko baranti awak kawan. Ang uruih lah sawah ang tu. Ndak usah anggap den kawan lai, bakawan se jo cangkua nan ang pacik tu.
MLS ACANG MENINGGALKAN MAMAK SENDIRIAN. MAMAK MENERUSKAN PEKERJAANNYA MENCANGKUL.
BACK TO, MAMAK MENGAMBIL ROKOK DAN MENYALAKANNYA.
CU MAMAK            : sajak ketek MAMAK bakarajo manolong keluarga. MAMAK anak laki-laki nan paliang tuo. Jadi tungkek urang tuo mancari nafkah. Hinggo MAMAK bujang tangguang ndak taturuikkan adaik rang mudo. Patang pagi kasawah, mauruih kabau jo kambiang. Dak dapek bamain sarupo urang.
Flash back.
MLS. INT. ORANG RAMAI MENANTI KELAHIRAN BAYI. MAMAK SIBUK MENGURUS KEPERLUAN KAKAK PEREMPUANNYA. MENETENG AIR PANAS, MENYIAPKAN MINUMAN UNTUK TAMU.
Etek Dukun               : Lah laia kamanakan ang.
MCU MAMAK         : Iyo tek, laki-laki apo padusi.
MCU APAK MALIN              : (menggendong Bayi) Siko lah sap. Dek wa ang nan lah latiah salamoko, maurus uni ang salamo uda marantau, maurus keperluan keluarga salamo uda ndak ado, kini agiah namo anak uda ko dek waang MAMAKnyo.
MCU MAMAK         : Uda se lah manga lo ambo.
MCUAPAK MALIN      : Iko kehormatan dek jaso ang maurus  uni ang salamo inyo hamil sadang uda jauah marantau.
MLS amak                 : Kok ambo agiah namonyo Ramli ba a da.
APAK MALIN          : Buliah apo maknanyo tu Sap?
MAMAK                   : Namo uda Rahman namo uni kan Elly jadi ambo singkat se jadi Ramli. Ba a manuruik uda,
APAK MALIN          : rancak sap. Rancak Bana.
BACK TO
MAMAK                   : Si Ramli MAMAK manjokan. Itulah kasalahan MAMAK. Kama pai MAMAK bao, dari pandai marangkak lah acok MAMAK menatiangnyo ilia mudiak, sadang apak Malin ang hanyo pulang sakali satahun dari Rantau. Inyo hanyo bakirim pitih sajo untuak  mandeh Tuo ang tiok bulan.  (MAMAK Menyeruput kopi dan menghisap rokok). Sampai suatu ketiko si Ramli saumua SMP. Waktu itu MAMAK  lah baumua tigopuluah tahun.
Ramli                         : Mak kato mandeh MAMAK ka pai marantau.
MAMAK                   : Iyo  ba a tu.
Ramli                         : Kok MAMAK pai sia nan maurus den lai.
MAMAK                   : Ang lah gadang mah. Uruslah diri surang.
Ramli                         : Ndak bisa doh, MAMAK dak buliah pai.
MAMAK                   : duduak siko lu, MAMAK ka mangecek. (Ramli duduk disamping MAMAK). Awak urang Minang, laki-laki harus pai marantau untuak marubah untuang. Danga dek ang. MAMAK lah tuo bana untuak iduik di kampuang. Malu dek cime eh urang. Caliaklah, MAMAK urang sadonyo pulang marantau, lah mancubo iduik di nagari urang, MAMAK ang dikampuang sajo sajak ketek. Kini ang lah gadang. MAMAK nio pulo nak mancubo iduik di nagari urang.
Ramli                         : Kok MAMAK pai siapo nan maurus den, sia nan manolong mandeh kasawah lai.
MAMAK                   : Ang lah gadang, ang mesti manolong mandeh ang pulang sikola. Kasuah si Fitri adiak ang, sayangi inyo. Itu pasan MAMAK.
Ramli                         : jan lamo bana marantau yo mak.
MAMAK                   : Antah lah Yuang. Tagantuang nasib mambao MAMAK.
Ramli                         : (menangis) pasan MAMAK ka den pacik. Ka den caliakkan ka urang aden lah gadang kini.
MAMAK                   : (memeluk Ramli) itu baru kamanakan MAMAK)
Back To.
MAMAK                   : MAMAK pai marantau, mulonyo ka Tungkal, iduik disininan barek, MAMAK mayubarang ka Malaysia jadi pandatang haram. Di Msalaisia MAMAK ditarimo dek dunsanak awak katurunan Minang, batahun-tahun MAMAK iduik dak jaleh sampai batamu Mintuo ang kini, suatu katiko MAMAK tatangkok dek razia, keluarga Mintuo ang nan manjamin, dek MAMAK lah lamo manjalin hubungan jo Mintuo ang, kami nikah di Malaisia tapi MAMAK ndak namuah maurus pergantian kewarganegaraan akhirnyo Mintuo ang nan mangalah kami marantau ka Pakanbaru.
SYAMSUDIN         : ba a kareh bana MAMAK marantau waktu itu.
MAMAK                   : Sabananyo MAMAK batangka jo angku tangah ang.
SYAMSUDIN         : Almarhum angku Malano mukasuik MAMAK.
MAMAK                   : iyo, waktu itu inyo manjua sawah di baruah. MAMAK managahkannyo tapi dek awak ketek nyo balanteh angan sajo. Ditambah angku tuo ang angku Sutan maiyokan pulo keceknyo. Hasil manjua sawah tu nyo bagi tigo jo angku Bungsu ang. Kini habih tandeh pusako awak termasuklah sawah nan dulu tampek MAMAK mancangkua sajak ketek.
SYAMSUDIN         : Amak jo mandeh tuo dak nyo agiah mak?
MAMAK                   : keluarga awak nyo agiah parak di bukik. Hanyo itu sajo nyo.
SYAMSUDIN         :  di Pakanbaru ba a c aritonyo mak.
MAMAK                   : Modal dari ayah Mintuo ang nan dibao dari Malaysia lai cukuik untuk marintis dagang di Pakanbaru. Hiduik MAMAK mulai barubah, dulu kama pai jalan kaki kini lah tabali onda CG ciek ka kendaraan pai ka Toko. Waktu bajalan katiko Harnida SMP dating ka Toko MAMAK seorang pemuda mancari MAMAK, waktu itu nan ado hanyo Mintuo ang, pemuda itu banamo Ramli, inyo manyuruah MAMAK pulang sabab ka kawin keceknyo.
SYAMSUDIN         : jadi nyo kawin, manga sampai kini nyo surang juo lai?
MAMAK                   : itu lah Yuang, waktu itu MAMAK sadang marintis usaho jo urang Malaysia, usaho itu adolah penjualan pakaian bernuansa Minang ke negeri Sembilan, baminggu-minggu MAMAK disinan, katiko pulang MAMAK langsuang pulang
Kakampuang tapi MAMAK danga Ramli lah pai antah kama, seluruh keluarga manangguang malu karano keluarga padusi itu manuntuik.
SYAMSUDIN         : Apo nan nyo tuntuik?
MAMAK                   : Ramli lari dihari pernikahannyo. Tautang keluarga awak maso itu. MAMAK sanggup manutuik utang itu, tapi sajak itu Ramli dak namuah lai batamu MAMAK.
SYAMSUDIN         : Ibo Bana ati da Ramli tu yo mak.
MAMAK                   : antahlah, MAMAK dak dapek pulo manyalahkannyo doh. Kini ado rundiang saketek untuak ang.
SYAMSUDIN         : Apo pulo tu mak.
MAMAK                   : Ko masalah Harnida, dulu waktu ketek ang tingga jo MAMAK di Pakan, lai ingek ang jo inyo.
SYAMSUDIN         : ba a pulo kok indak samo SD jo ambo, SMP sajo ambo pulang nyo, hinggo kuliah ambo di Padang. Tapi waktu kuliah lewat telepon acok juo inyo manelpon mambaritahu ambo MAMAK alah mangirim pitih untuak kuliah ambo.
MAMAK                   : itulah nan MAMAK pikiakan, lah dupuluah lapan umuanyo alun Juo takana ka balaki, lah banyak urang datang  nyo tulak juo. Lai amuah ang manolong MAMAK.
SYAMSUDIN         : mukasuik MAMAK?
MAMAK                   :pai ang ka Pakan, bujuaknyo buliah namuah barumah tanggo, sabab adiaknyo si Andra lah disasak an dek calon bininyo ka nikah bulan haji ko.
SYAMSUDIN         : Ba a lo caronyo, mungkin nyo alun ado nan katuju jo urang lai.
MAMAK                   : kok alun ado ang se ka kawannyo, kan labiah elok, bak jangguik pulang ka daguak. (MAMAK tertawa)
SYAMSUDIN         : (tertawa) MAMAK ado-ado sajo ma pulo ka namuah inyo jo ambo.
MAMAK                   : Cubolah pai ka Pakan barang saminggu. MAMAK manyusul saminggu lai.
SYAMSUDIN         : Iyolah mak, untuak MAMAK apo nan indak. (MAMAK tertawa)

CUT TO
SYAMSUDIN TIBA DI RUMAH MAMAK.
IN FRAME SUBTITEL (PAKANBARU)
SYAMSUDIN         : Assalamulaikum.
IN FRAME SAMIYEM MEMBUKA PINTU.
SAMIYEM                : wa alaikum salam, maaf cari siapa.
SYAMSUDIN         : ado Harnida?
SAMIYEM                : (TERSIPU) iya saya sendiri, uda ini siapa?
SYAMSUDIN         : Eee lah lupo sajo kau mah, ambo Syamsudin, ndak takana lai.
SAMIYEM                : (Tertegun sejenak, pura-pura ingat) eh iya uda, udaa siapa, uda anu itu kan?
SYAMSUDIN         : Syamsudin, lupo pulo kau namo den.
SAMIYEM                : iyaaa, uda Udin…hehehehe.
SYAMSUDIN         : (KAGET) ei sajak bilo kau maimbau den Udin.
SAMIYEM                : Ou jangan marah, salah panggil ya…masuklah dulu da Udin.
SYAMSUDIN         : (MENETENG TAS MASUK RUMAH)
CUT TO
INT. RUMAH SIANG
SAMIYEM                : uda duduk dulu ya… Samiyem, eh Hernida ambilkan air dulu, mau panas dingin atau sedang.
SYAMSUDIN         : Kau kan lah tau kesukaan den dari dulu mah.
SAMIYEM                : ooo…iya, the es kan?
SYAMSUDIN         : (kaget) sabananyo kau ko sia, iyo kau Harnida.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN) I…iyya…aku  Harnida. Uda jangan Marah.
SYAMSUDIN         : dulu kau ndak sarupo iko doh, bilo kau talangkang.
SAMIYEM                : Aapa da Talangkang, apa artinya tu da?
SYAMSUDIN         : sudahlah baokkan kopi untuak den. (Syamsudin menyalakan rokok)
SAMIYEM                : iiyaa tuan.. eh uda. (SAMIYEM MASUK KE DAPUR)
IN FRAME.  SYAMSUDIN GELENG KEPALA.
IN FRAME FOTO HERNIDA DI DINDING.
CU. SYAMSUDIN MENATAP TAJAM FOTO.
MS. SYAMSUDIN MELANGKAH KE ARAH FOTO.
IN FRAME SYAMSUDIN MENATAP LEKAT KE FOTO.
OS.
SAMIYEM                : Uda ini kopinya.
MS SYAMSUDIN MEMPERHATIKAN SAMIYEM.
SYAMSUDIN         : iyo kau Harnida.
SAMIYEM                : uda tidak percaya, lihat saja foto itu sama kan.
MS SYAMSUDIN MENATAP FOTO. CU SAMIYEM BERGAYA (OVER AKTING).
MS SYAMSUDIN BINGUNG.
LS SAMIYEM MENARIK SYAMSUDIN. MS SAMIYEM BERDIRI DEKAT FOTO.
SAMIYEM                : mirip kan uda?
SYAMSUDIN         : (Tersenyum) mirip saketek, tapi banyaaaaak bana dak miripnyo. (tertawa)
SAMIYEM                : (MERAJUK) uda jahat.
SYAMSUDIN         : (MENDEKATI SAMIYEM) sudahlah, uda ka istirahat. Ma kamar uda.
SAMIYEM                : Bia iyem, eh Harnida antar uda ke kamar.
SYAMSUDIN         : (KAGET) sia tadi ii… iiyam? Sia tu si Iyam.
SAMIYEM                : (SALAH TINGKAH) Tidak anu… Nida mau masak ayam.
SYAMSUDIN         : Oooo… bialah, nan ma kamar den ko.
SAMIYEM                : nan kiri Uda, itu kamar dekat ruang tengah, bia Nida antar.
SYAMSUDIN         : Iyo lah (melangkah sambil meneteng tas)
SAMIYEM                : bia Nida antar da.
SYAMSUDIN         : bialah den surang.
CU WAJAH SAMIYEM CERAH.
SAMIYEM                : aduh gantenge, kenak deh atiku. Ahhh…uda Syam trisnoku untuk muu..muach! muach! (cengengesan)
CUT TO
INT. RUANG TIDUR PAGI.SYAMSUDIN BANGKIT DARI TIDUR.
MS. SYAMSUDIN BANGUN, MENOLEH KE ARAH MEJA.
MCU. SYAMSUDIN MENATAP HERAN.
LS. SYAMSUDIN MELANGKAH KE MEJA.
CU. KOPI DAN SARAPAN.
SYAMSUDIN         : elok bana paja ko. Sia sabananyo inyo ko.
MLS                          : SYAMSUDIN  MENIKMATI SARAPAN PAGI.
CUT TO
EKST. SIANG.
EKST. SAMIYEM MENYAPU HALAMAN. SYAMSUDIN MUNCUL DARI PINTU.
MLS. SAMIYEM MENGGUNTING BUNGA.
MLS. SYAMSUDIN MENATAP AKTIFITAS SAMIYEM.
MCU SAMIYEM.
SAMIYEM                : gimana da enak tidurnya, oh ya da, sarapan uda sudah ada di kamar. Sudah Nida siapkan tadi.
MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : iyo tarimo kasih.
MLS. SMT. SAMIYEM MELANGKAH DARI HALAMAN MASUK RUMAH.
CU. SYAMSUDIN TERPERANGAH.
OS. DERING HP. SYAMSUDIN KAGET.
MLS SYAMSUDIN MENEMPELKAN ROKOK DI TELINGA. CU. SYAMSUDIN MEMAKI.
SYAMSUDIN         : kapindiang a pulo nan den angkek.
MCU. SYAMSUDIN MENEMPELKAN HP DITELINGANYA.
SYAMSUDIN         : ha..hallo mak. Assalamualaikum.
SUARA                     : Mak-mak apo pulak ni da. Ini Risma karayawan Toko Uda di Jambi.
SYAMSUDIN         : Eee… iyo Risma, ado apo ko.
SUARA                     : Gini bang cak mano barang yang uda janjikan kemaren. Stok lah tipis nian di Toko.
SYAMSUDIN         : iyo saba dulu uda kirim dalam duo hari ko.
SUARA                     : iyo lah kalu macam tu, e ngapo uda eror niah kini.
SYAMSUDIN         : eror ba a ko.
SUARA                     : letih aku telpon uda jak maren. Baru pagi ni diangkat. Aku nak laporkan keuangan Toko Minggu ini. Kamano be Uda dak muncul-muncul di Toko.
SYAMSUDIN         : e.. anu urus se lah dulu. Uda sibuk bana.
SUARA                     : iyo lah kalau macam tu, jangan lupo da, stok toko lah tipis.
SYAMSUDIN         : Iyo, beko uda kirim. Lah yo, Assalamualaikum.
SUARA                     : Wa alaikum salam.
CU. SYAMSUDIN BINGUNG.
SYAMSUDIN         : ko harus ka bukik lo ko mah…
CUT TO.
INT. MEJA MAKAN. MALAM.
LS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM SEDANG MAKAN.
MCU. SYAMSUDIN SEDANG MAKAN.
SYAMSUDIN         : Nida, uda baniaik mambao kau main ka Bukik Tinggi, lai namuah kau.
CU. SAMIYEM TERMENUNG.
OS. SYAMSUDIN  : Ba a lai namuah kau.
MCU. SAMIYEM   : (KAGET) a..apa da?
MCU. SYAMSUDIN     : uda baniaik mambawo kau jalan-jalan ka Bukik Tinggi.       Lai namuah kau.
MCU SAMIYEM    : mau da, kapan berangkat.
SYAMSUDIN         : Basiaplah, awak barangkek beko malam.
CUT TO
LS. JAM GADANG BUKITTINGGI. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERFOTO-FOTO.
MS. SYAMSUDIN MEMFOTO SAMIYEM.
MLS. SYAMSUDIN MEMANGGIL SESEORANG.
SYAMSUDIN         : Da tolong ambiak foto kami baduo.
MLS. SYAMSUDIN BERFOTO BERDUA SAMIYEM.
LS. PERTOKOAN AUR KUNING. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERJALAN MEMASUKI GERBANG TOKO.
MLS. SYAMSUDIN MENELPON.
SYAMSUDIN         : Mus tolong japuik barang di kadai langganan uda, anta ka toko di Jambi.
SUARA                     : Toko nan ditunggu Risma apo Neneng da.
SYAMSUDIN           : toko nan di Angso duo.
SUARA                     : Ooo tampek Risma, bali minyak di ma ambiak da.
SYAMSUDIN         : Beko uda telpon Risma, pakai se pitih kadai dulu.
CUT TO.
MLS. NGARAI SIANOK. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERDIRI DI PAGAR NGARAI.
SYAMSUDIN         : ba a, lai sanang ati kini.
SAMIYEM              : kalau dengan uda senang saja hatiku da.
SYAMSUDIN         : Co iko lah hiduik uda, hampir ndak ado waktu istirahat. Ado ampek anak buah di kadai. Sadonyo rancak karajonyo. Jujur, teliti. Kalau Risma itu lah tigo taun mengurus toko di Angso Duo. Kalau toko ciek lai baru anam bulan bukak.  Kadang uda bapikia untuak apo uda cari pitih siang malam, hiduik uda langang bana indak bakawan.   
SAMIYEM                : Kan banyak karyawan cewek uda, ambil saja satu jadi istri.
SYAMSUDIN         :(TERTAWA) sumbarang se kau mah.
SAMIYEM                : Barangkali uda terlalu pemilih, jadi sulit cari jodoh.
SYAMSUDIN         : indak juo, nan paralu lai elok budinyo alah dek uda mah.
SAMIYEM                : Benar begitu da?
SYAMSUDIN         : Iyo lai pandai Nida mancarikan.
SAMIYEM                : biar hanya pembantu, apa uda mau?
SYAMSUDIN         : ba a pulo Nida, masak uda dijodohkan dengan pembantu.
SAMIYEM                : (WAJAHNYA KECEWA) maaf da, mungkin Nida salah ngomong.
SYAMSUDIN           : ba a kok sadiah, apo salah uda.
SAMIYEM                : ngak ada kita pulang saja da.
SYAMSUDIN           : awak boking se hotel duo kamar.
SAMIYEM                : kita pulang ke pekan malam ini da.
SYAMSUDIN           : ado apo ko, baru pagi ko awak tibo disiko.
SAMIYEM                : rasanya badan Nida tidak enak da.
SYAMSUDIN           : kita ke dokter sajo Nida.
SAMIYEM                : tidak da (SAMIYEM MENANGIS)
SYAMSUDIN           : ado apo, ibo ati Nida dek uda?
SAMIYEM                : sudah lah da aku yang salah, aku…(MENUTUP MUKA DAN BERLARI)
SYAMSUDIN         : (MENGEJAR) Nida! Nida!
CUT TO
LS JEMBATAN BENTENG. SYAMSUDIN MELANGKAH MENUJU UJUNG SEBERANG. MLS. SYAMSUDIN SEPERTI MENCARI-CARI.
MLS. HARNIDA DUDUK DI BIBIR JEMBATAN BENTENG. SYAMSUDIN MUNCUL.
SYAMSUDIN         : Ka ma sajo, lah panek uda mancari.
MCU SAMIYEM    : (MATANYA BERAIR) kita pulang ke Pekan ya da.
SYAMSUDIN         : awak ka pai ka Singgalang, ayah Nida di kampuang kini.
SAMIYEM                : (KEMBALI MENANGIS) tidak da, tidak…Nida tidak mau ke kampung.
SYAMSUDIN         : apo masalahnyo. Berang Nida ka uda.
SAMIYEM                : tidak.
SYAMSUDIN         : jadi apo masalahnyo.
SAMIYEM                : Tidak ada.
SYAMSUDIN         : jadi ba a kok manangih.
SAMIYEM                : (MENCOBA TERSENYUM) tidak ada,  sudahlah kita ke Singgalang saja.
SYAMSUDIN         : paniang den. Lah mo lah awak pai.
SAMIYEM                : kita lihat kebun binatang dulu da.
SYAMSUDIN         : iyo lah, mo lah pai.
MLS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM MELIHAT-LIHAT MONYET.
MCU. (MONYET BERGANTUNGAN DI POHON) OS.  SUARA SAMIYEM.
SAMIYEM                : Iiiii. Mirip uda.
MCU SYAMSUDIN : kurang aja.
MLS. HARNIDA     : (MENCIBIR) uk, uk, (MENIRU GAYA MONYET) itu uda (tertawa dan berlari)
MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR SAMIYEM.
SYAMSUDIN         : kurang aja! Awas kau!
CUT TO.
MLS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM DUDUK DI SEBUAH CAFÉ.
SYAMSUDIN         : jam bara kini.
SAMIYEM                : (MELIHAT JAM DI HP) sudah jam empat da.
SYAMSUDIN         : capeklah makan, awak pulang se ka Singgalang.
OS. Suara Ramli.
MCU RAMLI            : Eii, disiko ang, bilo pulang.
RAMLI                      : sia pulo padusi rancak ko, lah pandai ang manatiang cewek kini yo!
MLS                          : kenalan lah dulu, ko Harnida, anak mak Sapri.
RAMLI                      : lah putiah se kau kini, dulu agak kalek Nampak dek den. (tertawa)
OS. Suara Hp.         : (SAMIYEM BERDIRI MEMEGANG HP) uda-uda sebentar ya, mau mengangkat HP.
SUARA HARNIDA  : yem aku dengar kakak sepupuku Syamsudin datang ke Pekan ya tak.
SAMIYEM                : (CEMAS) ii..iiya. benar!
SUARA HARNIDA  : kau urus baek-baek aku kini di Bukittinggi, esok nak balik.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN) ka…katanya, mau pergi tiga bulan.
SUARA HERNIDA :  Kau tau tak, bisnis ini menjanjikan sangat, tak sabar aku nak telisik barang-barang kerajinan ke Bukittinggi, apalagi aku dah pesan toko di Malaysia sebagai stand dagang aku kelak.
SAMIYEM                : tak usah pulang dulu aku tak di rumah.
SUARA HARNIDA  : (MARAH) apa kau berani tinggalkan rumah tiada izin? Di mana kau sebenarnya.
SAMIYEM                : aku mau behenti kerja di rumah puan.
SUARA HARNIDA  : ee kurang ajar sangat kau ya, berani pula nak lawan aku.
OS. SYAMSUDIN  : ada apa Yem, kau kanai berang yo.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN, MENANGIS) maafkan saya da, sebenarnya aku hanya pembantu, uda bicaralah dengan puan. Dialah Harnida yang sebenarnya.(MENYERAHKAN HP)
MCU.  SYAMSUDIN    : sudahlah, kecekkan ka iyo den nan mambao kau ka siko, suruah nyo kamari. Den danga nyo ado disiko.
MCU. SAMIYEM     : iyem tidak berani da.
MLS. SAMSUDIN DAN SAMIYEM
SYAMSUDIN           : Siko HP kau tu. (mengambil HP Samiyem) halo, Nida, ko uda Syamsudin. Jan berang lo ka Samiyem, uda nan mambaonyo kamari.
SUARA  HARNIDA     :  di ma uda, ambo kasinan kini.
SYAMSUDIN           : Di kafe dibawah jam jambatan Benteng. Uda tunggu Nida kini.
SUARA HARNIDA      : iyo da, tunggu Nida. Assalamualaikum.
SYAMSUDIN           : sudahlah, beko awak rundiangkan urusan ko, jan manangih juo lai. Apuih aia mato tu, sagan awak ka uda Ramli.
CUT TO.
MLS. HARNIDA, RAMLI, SYAMSUDIN, SAMIYEM DI CAFÉ.
HARNIDA                : iya, Nida akui salah pulak dah perintahkan Samiyem mengakui diri sebagai aku. Tapi tak elok pulak hingga pada uda dia mengakui yang demikian.
SYAMSUDIN         : itu adolah doso  mangicuah urang gaek. Waktu MAMAK ka pai kau mangatokan dan ka pai kama-kama. Sudah itu kau pai ka Malaysia, kau suruah pula Samiyem mangaku diri kau. Uda lah tahu dari samulo inyo bukan kau Nida, tapi bialah. Lah tajadi ba a pulo lai.
RAMLI                      : Jadi sabananyo manga ang disuruah mak Sapri ka Pakan.
SYAMSUDIN         : ambo disuruah mancari jodoh.
RAMLI                      : Ba a pulo carintonyo.
SYAMSUDIN         : beko awak rundiangkan di kampuang.
MLS. MEREKA BEREMPAT KELUAR TOKO.
CUT TO.
MLS. PANORAMA NAGARI SINGGALANG.
INT. RUMAH GADANG MALAM.
KELUARGA DUDUK DI RUANG TENGAH. APAK MALIN MEMBUKA PEMBICARAAN.
APAK MALIN        : assalamualaikum siding nan basamo. Disiko ambo kamambukak persoalan antaro keluarga awak. Kebetulan lai sadonyo bakumpua disiko. Tadi andeh si Ramli lah mangecek ka ambo persoalan nan tajadi salamoko jo adiak ambo Sapri. Kini kok nan tuo lah tiado, tigo urang nan dituokan dalam keluarga alah maninggakan kito. Ambo maraso kok rumah kito bak anak ayam tiado induak, tiado nan mancancang putuih, tiado nan mambuhua mati. Lah lamo ambo kamangecek ka MAMAK rumah nan tungga babeleang yakni Sapri. Pacik lah tangguangjawab. Pikualah baban. Lieklah kamanakan bak sampan hilang kamudi bak rang pajalan hilang padoman. Namun sabalun itu ado ciek nan kadikamukokan persoalan Ramli.  Tumpak ka waang Ramli, iyo ayah manyalahkan waang. Indak elok malawan nan tuo, elok bamaaf malah kini.
RAMLI                    : sabalunnyo yah buliah ambo mangamukokan alasan.
APAK MALIN        : Ba a Sap, kamanakan ang ka mangecek.
MAMAK                 : malawaBia lah da nak nyo lapehkan rangkik-rangkiknyo.
APAK MALIN        : apo nan ka ang katokan.
RAMLI                    : sabalumnyo, indak ambo malawan nan tuo bukan ambo manantang MAMAK tapi samantang co itu bana, kok di rintang-rintang bana iyo taibo hati nanko nan dek ulah MAMAK kanduang. Sajak ketek den dimanjokan. Ditatiang hilia diirik mudiak manga kini katiko gadang badan taraso basio-siokan. Sajak MAMAK pai marantau, raso putuih tali buayan. Tarambau denai dek sakik hiduik, ayah jauah dirantau urang, adiak surang padusi pulo. Samantang co itu bana pasan MAMAK indak den lupo. Den pacik arek den ganggam taguah hinggo lah gadang pulo si Asni. Tapi (RAMLI MULAI GAGAP, AIR MATANYA BERLINANG) tapi mak, sajak MAMAK barumah di rantau, jan ka maliek kami pulang. Den japuik MAMAK karantau harok maliek den basanding, kaba sajo tiado MAMAK barikan, jatuah taibo hati ambo. Den batalkan panikahan den bae lari karantau urang.
MAMAK                 : iyolah, mungkin salah MAMAK dimato waang. (MAMAK DIAM SEJENAK). Alah ang turuik MAMAK ka Pakan. Takaba dari mintuo ang maso itu. Cibo pulo ang tenggang yuang. MAMAK waktu itu sadang sampik bana, bukan sampik pitih nak. Wakatu MAMAK bana nan sampik.
RAMLI                    : lah iyo mah mak, campakkan sajo kami. Carilah pitih banyak-banyak.
APAK MALIN        : jago muncuang ang Ramli. Kok ndak dek ranggaek ciek ko ndak iduik ang doh, salamo den marantau sia nan maurus ang, cubo pikia.
RAMLI                    : den tau mah ayah, tapi ibaraik babuai, alah talayang dalam buaian manga tali baputuihkan jatuah tarambau badan diri.
MAMAK                 :Kok tantang itu mungkin MAMAK salah nak, bialah. Bari maaf MAMAK tantang itu. Salah den mamanjokan waang. Tapi cubo pulo ang pikiakan. Kok salalu ang bagantuang ka den bilo ang kagadang lai. Cubo bapikia dewasa saketek. Lah bara umua ang kini. Dulu ang manjo ka den, kini caliak si Asni. Lah duo pulo anaknyo. Ang lah jadi MAMAK pulo. Cubo pulo rasokan suliknyo maurus kamanakan.
SYAMSUDIN         : Alah mah da, hiduik  biaso khilaf, bari maaf MAMAK dek uda.
RAMLI                      : Iyo, den hanyo manyampaikan kato hati, den ndak mambanci MAMAK doh, nan sudah bialah. Kini dibukak lembaran baru. (MENDEKATI MAMAK SAMBIL MENANGIS) bari maaf ambo mak.
MAMAK                   :(MEMELUK RAMLI) ndak ado salah ang doh nak, MAMAK nan salah. Kini bialah kito bukak lembaran baru.
CUT TO
LS PERSAWAHAN SIANG. SYAMSUDIN DAN HARNIDA.
HARNIDA                : jadi itu masalahnya hingga datang ke Pakanbaru.
SYAMSUDIN         : ba a pandapek Ida?
HARNIDA                :(MALU-MALU) ida mau saja Uda. Terserah ayah sajalah…
SYAMSUDIN         :(MEMOTONG) tunggu dulu, ado salah Ida saketek.
HARNIDA                : e ape maksud uda?
SYAMSUDIN         : ida lah mampitaruahkan ikan ka kuciang, kini ikan tu lah digungguangnyo lari.
HARNIDA                : tak faham lah ida maksud uda tu.
SYAMSUDIN         : ibaraik kan hati uda ikan, Ida pitaruahkan ka Samiyem nan jadi kuciangnyo.
HARNIDA                : jadi uda dah suka pulak sama pembatu ida tu.
SYAMSUDIN           : tapeknyo ibo,  ibo manjadi sayang, sayang manjadi cinto. Kini hati ko lah kanai kaba a juo lai. ndak dapek aka la doh.
HARNIDA                : (menangis) dah buta ,mata uda, mau pula kena ke pembantu, sadar da. Ini Ida anak MAMAK uda, dia itu entahlah sesiapa. Mengapa uda sayangkan dia pula.
SYAMSUDIN           : Nasi lah jadi bubua, elok dibari sajo tangguli, nak manih juo dimakan. Mo lah pulang. Hari lah laruik sanjo.
MLS. SAMIYEM MENATAP DARI JAUH. CU SAMIYEM, MATANYA BERLINANGAN.
CUT TO
INT. RUMAH GADANG PAGI.
MAMAK                   : jadi ba a Syam, ala hang rundiangkan masalah tempo hari jo Harnida.
SYAMSUDIN         : alah mak, nampaknyo gambar tu kabua.
MAMAK                   : apo masalahnyo.
SYAMSUDIN         : antahlah mak, ambo binguang.
MAMAK                   : (MENATAP KE BELAKANG) Nida, siko kau.
HARNIDA MUNCUL MEMBAWA DUA GELAS KOPI.
HARNIDA                : apa pasal ayah memanggil Nida.
MAMAK                   : duduak kau dulu, ayah ka mangecek.
HARNIDA              DUDUK DISAMPING SYAMSUDIN.
MAMAK                   : kini ayah ingin maingekkan, umua kau lah labiah duopuluah salapan.
HARNIDA                : iya ayah ngertilah Nida.
MAMAK                   : Jadi apo juo nan kau nanti untuak barumah tanggo lai.
HARNIDA                :belum ada yang cocok lagi yah, janganlah memaksa.
MAMAK                   : Ndak suai kamanakan den ko dek kau, kok karajo lah ado, hiduik ,lah mapan, nan bantuak a nan  ka kau cario lai.
HARNIDA                : janganlah ayah nak marah saje, kamenakan ayah tu yang tak nak dengan nida dia dak kena sama pembantu kita tu. Si Samiyem.
MAMAK                   : batua itu Syam.
SYAMSUDIN         : (GUGUP) A..Anu Mak, eh…
MAMAK                   : Ba a kok ka inyo lo ang maadok, aden manyuruah ang pendekatan jo anak den Si Nida.
MLS. SAMIYEM LEWAT SAMBIL MENANGIS MEMBAWA TAS. MCU. SAMIYEM MENANGIS. MLS SYAMSUDIN MENGEJAR.
SYAMSUDIN         : Hei Yem ka pai kama kau.
MLS. SAMIYEM BERLARI KELUAR DAN HILANG DIPINTU. SYAMSUDIN MENGEJAR.
LS. SLMT. SAMIYEM BERLARI. MLS SAMIYEM MENGGUSAP AIR MATA SAMBIL BERLARI. MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR. MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : Yem tunggu yem.
MLS. SAMIYEM BERLARI KELUAR DAN HILANG DIPINTU. SYAMSUDIN MENGEJAR.
LS. SLMT. SAMIYEM BERLARI. MLS SAMIYEM MENGGUSAP AIR MATA SAMBIL BERLARI. MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR. MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : Yem tunggu yem.
MLS. SAMIYEM BERLARI DAN MENGHILANG DITIKUNGAN JALAN. MLS. SYAMSUDIN BERLARI MENGEJAR DAN HILANG DITIKUNGAN JALAN.
MLS. SAMIYEM DIKEJAR SYAMSUDIN. EX S. SLMT. KAKI SAMIYEM TERSANDUNG. MLS. SLMT. SAMIYEM TERJATUH. MS. SYAMSUDIN MEMBANTU SAMIYEM BANGKIT, SAMIYEM MERONTA.
SAMIYEM              : lepaskan Uda, biar iyem pergi.
MCU. SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : (MELEPAS TANGAN SAMIYEM) pailah Yem kalau ndak ibo kau ka uda.
SMIYEM                   : (KAGET) maksud uda apa?
SYAMSUDIN         : (TERSENYUM) lah labiah duopuluah lapan umua uda, sajak tunangan uda maningga dulu, hati uda tatutuik untuak padusi. Kini ado nan mambukaknyo. Tahu kau sia urangnyo tu?
SAMIYEM                : tidak da.
SYAMSUDIN         : inyo pembantu, pembantu nan uda harokkan mambantu uda saumua hiduik. Pembantu nan membantu susah uda, membantu uda dalam sanang maupun sakik. Seorang pembantu Yem, bukan sembarang pembantu. Pembantu nan membantu uda bangkik dari keterpurukan perasaan, pembantu nan membantu uda menemukan arti cinto nan sabananyo. Kaulah pembantu itu Yem. Pembantu nan uda harokkan dalam hiduik uda. Di bukik tinggi tempo hari kau marajuak katiko uda katokan ndak namuah jo seorang pembantu. Waktu itu uda bagarah Yem, uda tau kau sabananyo bukan Harnida. Maafkan uda kok garah uda talampau bana, mambuek kau ibo hati.
SAMIYEM                : uda Jahat.
SYAMSUDIN           : manga pulo uda.
SAMIYEM                : uda jahat, telah mencuri hati Iyem.
MCU. SYAMSUDIN TERSENYUM.
SYAMSUDIN         : mo lah  awak pulang.
SAMIYEM                : iyem takut da.
SYAMSUDIN         : Mak Sapri itu bijaksana Yem, inyo pasti faham bilo alah uda jalehkan.
SAMIYEM                : Iyem takut pada puan Harnida, kemarin malam dia marah-marah pada Iyem.
SYAMSUDIN           :bialah mak Sapri nan manarangkan ka Inyo.
SAMIYEM                : iya lah da.
CUT TO
RUMAH GADANG. MALAM.
MAMAK                   : jadi kini lah jaleh masalahnyo. Aden indak ka mamaso sabab lah tau bana pangka masalahko. Jadi iko tajadi karano si Harnida manyuruah Samiyem mangaku sabagai dirinyo sabalum nyo barangkek ka Malaysia tempo hari. Den sarahkan ka Syamsudin sia nan kadipiliahnyo, Harnida atau Samiyem, itu lebih adil sabab kini ado ciek sopir untuak duo kamudi, tantu sopir itu nan mesti mamiliah oto ma nan kadibaoknyo.(SEISI RUMAH TERTAWA)
SYAMSUDIN         : elok kini tagak kaduonyo dimuko buliah ambo mamiliahnyo.
MAMAK                   : tagaklah kalian baduo dimuko (TERTAWA)
HARNIDA DAN SAMIYEM BERDIRI DIDEPAN.
SYAMSUDIN         : Ambo akan mamiliah dengan mengajukan pertanyaan. Jawaban pertanyaan itu adolah alasan ambo manantukan pilihan.
HARNIDA                : tanye saja da, pasti adek jawab.
SYAMSUDIN         : Baiaklah partamo, Kok ado pitih sapuluah ribu, sadang bareh haragonyo sapuluah ribu sagantang. bisa kalian mambalinyo.
HARNIDA                : bisa lah, kan pas duitnya ya tak.
SYAMSUDIN         : ba a dek Samiyem.
SAMIYEM                : Iyem hanya kan beli setengah gantang da sebab sisa uang untuk membeli keperluan dapur lain, misalnya cabe dan minyak.
SYAMSUDIN         : Iyo lah, pertanyaan kaduo. Kalau misalnyo aden sakik sadang pitih dak ado, ba a caronyo maubek den.
HARNIDA                : Nida kan temui ayah dan pinjam darinya buat obat uda.
SAMIYEM                : kalau Iyem akan persiapkan sebelum itu terjadi, Iyem akan tabung uang belanja sedikit-sedikit untuk persiapan seandainya ada diantara kita yang sakit.
SYAMSUDIN         : kini pertanyaan nan katigo. Kok nyampang aden lupo diri kemudian talapeh manjatuahkann tangan. Apo nan kalian pabuek.
HARNIDA                : Nida sabar saja sampai uda sadar.
SAMIYEM                : iyem akan pergi dari uda. Untuk sementara atau selama-lamanya. Uda tidak lagi menahan diri demi kasih saying uda tapi memperturutkan amarah sehingga menyakiti Iyem.
SYAMSUDIN         : Terakhir, ma nan dipiliah, aden sumbayang atau mencari pitih patang pagi.
HARNNIDA             : Uda harus seimbang antara ibadah dan mencarikan nafkah keluarga.
SAMIYEM                : sama bagi Iyem itu juga lah yang terbaik da.
SYAMSUDIN         : barangkali dari ampek pertanyaan itu lah jaleh dek MAMAK sia nan ka dipiliah.
MAMAK                   : kok ditimbang samo barek jatuah  timbangan ka Samiyem. Lah faham MAMAK mah.
HERNIDA MENANGIS IA BERLARI MASUK KAMAR. MCU RAMLI MENATAP TAJAM.
RAMLI                      : mak buliah ambo mamintak.
MAMAK                   : Apo nan ang mintak.
RAMLI                      :kok lai buliah, barikan lah Harnida untuak ambo.
MAMAK                   : Tagantuang nan punyo bandan mah yuang. Cubo tanyokan ka inyo.
RAMLI                      : Mintuo, tolong panggiakan, Harnida.
MINTUO                   : ai kau ni, dah tau dia sedang sedih.
RAMLI                      : indak ibo mintuo, anak mintuo nan surang ko lah kapalo tigo alun bakawan.
MINTUO                   : Biarlah Mintuo rundingkan  dengan dia, kau terima bereslah.
RAMLI                      : Tarimo kasih bana mintuo, ado salek sdaketek beko untuak mintuo.
MAMAK                   : apo pulo tu ka ang sogok pulo mintuo ang.
RAMLI                      : indak, sekedar balas jaso, hehehe.
MAMAK                   : Kamanakan manjo, ndak barubah dari dulu, nio pisang lah bakuba an se.
RAMLI TERTAWA.
IN FRAME. PESTA PERKAWINAN RAMLI BERSANDING DENGAN HARNIDA. SYAMSUDIN BERSANDING DENGAN SAMIYEM. ZOM OUT TO BLACK.

SELESAI


















 
LAKAJODOH
IDE CERITA           :
SKENARIO              : WIKO ANTONI
SUTRADARA          : EDI SATRIA
---------------------------------------------------------
 PEKANBARU
INT.  PAGI
MS.HARNIDA MENGEMAS PAKAIAN DIBANTU SUMIYEM.
MCU. HARNIDA    : engkau denga yem, aku nak berangkat ke Malaysia barang due atau tige bulan ni. Selama aku di seberang, segale pakai yang aku tinggalkan awak boleh lah pakai. Kalau ade orang tanye kata daje awak itu aku, faham tak.
MLS.SAMIYEM     : Bagaimana mungkin aku mengaku sebagai puan Nida apa tidak salah nanti jadinya.
HARNIDA              : tak pa lah, yang penting awak ngaku saja sebagai aku. Apa masalah nanti aku yang tanggung.
SAMIYEM              : Puan ke Malaisia mau urusan apa, kenapa lama sekali nsampai tiga bulan.
HARNIDA              : aku nak temui Datuk dan family di sana. Sekalian jalan-jalan lah. Seronok juga temui sanak keluarga yang lah lama tak jumpa.
SAMIYEM              : ayah puan sedang di Padang, apa sudah minta ijin mau pergi.
HARNIDA              : ai kau ni banyak sangat Tanya, ayah dan emak tu lama dia di Padang, dia tu nak bulan madu kedua. Daripada aku dicekam senyap, baiknya ke Malaisia lah, Pak Cik kata di sana ada peluang nak buka Toko barang-barang kerajinan. Ada kabar kerajinan asal Padang dan Jogja laku sangat. Aku nak coba rintiskan  usaha ni siapa sangka jadi peluang usaha ya tak?
SAMIYEM              : Apa tidak lebih baik minta izin dulu.
HARNIDA              : Kau ini cerewet sangat lah. Kini  aku nak berangkat, taksi dah nantik di halaman. Pesawat dah nak berangkat pulak, Kau dengar aku cakap tadi. Selama aku pergi segala pakaian aku engkau boleh pakai. Bila ada yang Tanya katakan saja awak itu aku. Faham.
SAMIYEM              : kalau begitu terserah puan saja lah.

EKST. SIANG
HERNIDA NAIK TAKSI, TAKSI MENINGGALKAN HALAMAN RUMAH MENUJU JALAN RAYA.
EKST
SINGGALANG-SIANG
IN FRAME
SYAMSUDIN MENETENG TAS BESAR DARI ARAH JALAN RAYA. SYAMSUDIN MELEWATI PEMATANG SAWAH MENUJU RUMAH GAEKNYA DI TENGAH SAWAH YANG BERAIR SEUSAI TANAM.
IN FRAME
SYAMSUDIN MEMASUKI PEKARANGAN RUMAH GAEKNYA.
IN. FRAME
SYAMSUDIN MENGETUK PINTU RUMAH GAEKNYA.
IN FRAME
INT. SIANG
MCU MINTUO       : Ai ini minantu aku dah datang, lama mintuo dengan MAMAK engkau menanti, ada cakap nak kita runding dengan kau.
MCU SYAMSUDIN : lah lamo mintuo pulang.
MINTUO                 : dah seminggu lah, MAMAK engkau kata engkau nak balikj dari Jambi. Kami nantikan kau, istirahatlah dulu. Kelak bila MAMAK kau balik dari sawah kita bukak rundingan bersama ayah dan ibu engkau.
SYAMSUDIN         : MAMAK dima kini mintuo?
MINTUO                 : Macam tak faham saja laku MAMAK engkau tu. Kalau lah sampai di kampong, tak akan dia berenti ke lapau. Pergi pagi malam baru lah nak balik, tapi taka pa juga kalau di Riau dia tak henti kerja urusan bisnis jadi mintuo lepas saja lah apa kendaknya. Sesekali pulang ke kampong apa pula lah slahnya, ya tak.
SYAMSUDIN         :  baiklah ambo ganti pakainan dulu, ambo latiah bana dari Jambi.
Mintuo                     :  bila sudah bersalin baju makanlah dulu, ada mintuo masak Ikan gulai kesukaan engkau.
SYAMSUDIN         :  iyo mintuo. Ambo kebetulan memang sadang lapa. Ibaraiknyo kini takayuah bana ka biduak ilia.
Cut to
INT. MALAM.
MLS RUANG TENGAH RUMAH GADANG.MAMAK, MANDEH, SYAMSUDIN DAN MINTUO DUDUK DALAM SIDANG. KOPI TERHIDANG DITENGAH.
MCU MAMAK         : lah lamo ang marantau ka Jambi, ba a. lai ado parubahan untuang ang.
SYAMSUDIN         : Alhamdulillah mak. Kok dulu ambo karajo di Toko urang, dek lai opuan manolong kini lah ado took ketek ciek nan diurus dek anak buah ambo sadangkan ambo mambukak usaho lain pulo.
MAMAK                   : Usaho apo nan an gurus kini.
SYAMSUDIN         : Toko kain, toko kain bamerek, lakajodoh.
MAMAK                   : Baa coitu bana mereknyo.
SYMASUDIN         : La kajodoh bana iduik dek parasaian. Hahahaha.
MAMAK                   : ado-ado sajo ang. Iyolah kok coitu (tertawa).
SYAMSUDIN         : Kok  MAMAK ba a lai lancer sajo kini.
MAMAK                   : Si Andra lah tamat kuliah di jurusan Ekonomi kini ka barumah lai.  Lah ado calonnyo anak urang Payokumbuah nan lamo marantau di Pakan. Si Nida kini sibuk sajo pulang baliak ka Malaisia ka rumah Pak Ciknyo di sinan. Antah apo pikia paja tu, umua kian batambah juo, beko kok dulu pulo adiaknyo kawin lai ka elok ko  lah.
SYMMSUDIN           : kok usaho lai lancer se mak.
MAMAK                   : kok usaho Alhamdulillah, alah ado cabang took MAMAK di Jambi jo Bengkulu kini. Toko Kain, biasolah. Hanyo itu usaho MAMAK dari bujang dulu. Dapek mintuo ang dek kain juo mah.
SYAMSUDIN               : ado nan takana diambo, ba a MAMAK pai sajo dulu, sampai da Ramli ibo ati.
MAMAK                   : Si Ramli itu ketek baru, ndak tahu iduik susahnyo doh. Jadi…(flash back MAMAK waktu remaja).
IN FRAME MAMAK MENCANGKUL DI SAWAH, MUNCUL TEMAN-TEMANNYA.
Acang                        : Oi, mancangkua juo ang lai, caliaklah urang lah sibuk di Padangpanjang kini.
MAMAK                   : apo nan disibukkan urang tu.
Acang                        : ndak ka maononton pacuan kudo ang.
MAMAK                   : aden mesti kasawah, kakak den ka nikah bulan muko, amak jo abak pai maurusnyo, kok ndak den cangkua sawahko beko talambek batanam. Kok lah tibo musiim kariang taniayo pulo basawah musim kini.
Acang                        : bantuak rang gaek ang mah, urang nan kabaralek ang lo nan paniang.
MAMAK                   : Aden anak laki-laki nan tuo, itu tangguangjawab den mah.
Acang                        : E.. pandie yo. Mo lah pai awak.
MAMAK                   : Pail ah ang den ka karajo.
Acang                        : Co itu ang yo, lah saklamoko awak kawan.
MAMAK                   : Bukan dak namuan manuruikkan kawan. Den sadang karajo. Beko talambek batanam.
Acang                        : Jadihlah kok macam itu, mulai ariko baranti awak kawan. Ang uruih lah sawah ang tu. Ndak usah anggap den kawan lai, bakawan se jo cangkua nan ang pacik tu.
MLS ACANG MENINGGALKAN MAMAK SENDIRIAN. MAMAK MENERUSKAN PEKERJAANNYA MENCANGKUL.
BACK TO, MAMAK MENGAMBIL ROKOK DAN MENYALAKANNYA.
CU MAMAK            : sajak ketek MAMAK bakarajo manolong keluarga. MAMAK anak laki-laki nan paliang tuo. Jadi tungkek urang tuo mancari nafkah. Hinggo MAMAK bujang tangguang ndak taturuikkan adaik rang mudo. Patang pagi kasawah, mauruih kabau jo kambiang. Dak dapek bamain sarupo urang.
Flash back.
MLS. INT. ORANG RAMAI MENANTI KELAHIRAN BAYI. MAMAK SIBUK MENGURUS KEPERLUAN KAKAK PEREMPUANNYA. MENETENG AIR PANAS, MENYIAPKAN MINUMAN UNTUK TAMU.
Etek Dukun               : Lah laia kamanakan ang.
MCU MAMAK         : Iyo tek, laki-laki apo padusi.
MCU APAK MALIN              : (menggendong Bayi) Siko lah sap. Dek wa ang nan lah latiah salamoko, maurus uni ang salamo uda marantau, maurus keperluan keluarga salamo uda ndak ado, kini agiah namo anak uda ko dek waang MAMAKnyo.
MCU MAMAK         : Uda se lah manga lo ambo.
MCUAPAK MALIN      : Iko kehormatan dek jaso ang maurus  uni ang salamo inyo hamil sadang uda jauah marantau.
MLS amak                 : Kok ambo agiah namonyo Ramli ba a da.
APAK MALIN          : Buliah apo maknanyo tu Sap?
MAMAK                   : Namo uda Rahman namo uni kan Elly jadi ambo singkat se jadi Ramli. Ba a manuruik uda,
APAK MALIN          : rancak sap. Rancak Bana.
BACK TO
MAMAK                   : Si Ramli MAMAK manjokan. Itulah kasalahan MAMAK. Kama pai MAMAK bao, dari pandai marangkak lah acok MAMAK menatiangnyo ilia mudiak, sadang apak Malin ang hanyo pulang sakali satahun dari Rantau. Inyo hanyo bakirim pitih sajo untuak  mandeh Tuo ang tiok bulan.  (MAMAK Menyeruput kopi dan menghisap rokok). Sampai suatu ketiko si Ramli saumua SMP. Waktu itu MAMAK  lah baumua tigopuluah tahun.
Ramli                         : Mak kato mandeh MAMAK ka pai marantau.
MAMAK                   : Iyo  ba a tu.
Ramli                         : Kok MAMAK pai sia nan maurus den lai.
MAMAK                   : Ang lah gadang mah. Uruslah diri surang.
Ramli                         : Ndak bisa doh, MAMAK dak buliah pai.
MAMAK                   : duduak siko lu, MAMAK ka mangecek. (Ramli duduk disamping MAMAK). Awak urang Minang, laki-laki harus pai marantau untuak marubah untuang. Danga dek ang. MAMAK lah tuo bana untuak iduik di kampuang. Malu dek cime eh urang. Caliaklah, MAMAK urang sadonyo pulang marantau, lah mancubo iduik di nagari urang, MAMAK ang dikampuang sajo sajak ketek. Kini ang lah gadang. MAMAK nio pulo nak mancubo iduik di nagari urang.
Ramli                         : Kok MAMAK pai siapo nan maurus den, sia nan manolong mandeh kasawah lai.
MAMAK                   : Ang lah gadang, ang mesti manolong mandeh ang pulang sikola. Kasuah si Fitri adiak ang, sayangi inyo. Itu pasan MAMAK.
Ramli                         : jan lamo bana marantau yo mak.
MAMAK                   : Antah lah Yuang. Tagantuang nasib mambao MAMAK.
Ramli                         : (menangis) pasan MAMAK ka den pacik. Ka den caliakkan ka urang aden lah gadang kini.
MAMAK                   : (memeluk Ramli) itu baru kamanakan MAMAK)
Back To.
MAMAK                   : MAMAK pai marantau, mulonyo ka Tungkal, iduik disininan barek, MAMAK mayubarang ka Malaysia jadi pandatang haram. Di Msalaisia MAMAK ditarimo dek dunsanak awak katurunan Minang, batahun-tahun MAMAK iduik dak jaleh sampai batamu Mintuo ang kini, suatu katiko MAMAK tatangkok dek razia, keluarga Mintuo ang nan manjamin, dek MAMAK lah lamo manjalin hubungan jo Mintuo ang, kami nikah di Malaisia tapi MAMAK ndak namuah maurus pergantian kewarganegaraan akhirnyo Mintuo ang nan mangalah kami marantau ka Pakanbaru.
SYAMSUDIN         : ba a kareh bana MAMAK marantau waktu itu.
MAMAK                   : Sabananyo MAMAK batangka jo angku tangah ang.
SYAMSUDIN         : Almarhum angku Malano mukasuik MAMAK.
MAMAK                   : iyo, waktu itu inyo manjua sawah di baruah. MAMAK managahkannyo tapi dek awak ketek nyo balanteh angan sajo. Ditambah angku tuo ang angku Sutan maiyokan pulo keceknyo. Hasil manjua sawah tu nyo bagi tigo jo angku Bungsu ang. Kini habih tandeh pusako awak termasuklah sawah nan dulu tampek MAMAK mancangkua sajak ketek.
SYAMSUDIN         : Amak jo mandeh tuo dak nyo agiah mak?
MAMAK                   : keluarga awak nyo agiah parak di bukik. Hanyo itu sajo nyo.
SYAMSUDIN         :  di Pakanbaru ba a c aritonyo mak.
MAMAK                   : Modal dari ayah Mintuo ang nan dibao dari Malaysia lai cukuik untuk marintis dagang di Pakanbaru. Hiduik MAMAK mulai barubah, dulu kama pai jalan kaki kini lah tabali onda CG ciek ka kendaraan pai ka Toko. Waktu bajalan katiko Harnida SMP dating ka Toko MAMAK seorang pemuda mancari MAMAK, waktu itu nan ado hanyo Mintuo ang, pemuda itu banamo Ramli, inyo manyuruah MAMAK pulang sabab ka kawin keceknyo.
SYAMSUDIN         : jadi nyo kawin, manga sampai kini nyo surang juo lai?
MAMAK                   : itu lah Yuang, waktu itu MAMAK sadang marintis usaho jo urang Malaysia, usaho itu adolah penjualan pakaian bernuansa Minang ke negeri Sembilan, baminggu-minggu MAMAK disinan, katiko pulang MAMAK langsuang pulang
Kakampuang tapi MAMAK danga Ramli lah pai antah kama, seluruh keluarga manangguang malu karano keluarga padusi itu manuntuik.
SYAMSUDIN         : Apo nan nyo tuntuik?
MAMAK                   : Ramli lari dihari pernikahannyo. Tautang keluarga awak maso itu. MAMAK sanggup manutuik utang itu, tapi sajak itu Ramli dak namuah lai batamu MAMAK.
SYAMSUDIN         : Ibo Bana ati da Ramli tu yo mak.
MAMAK                   : antahlah, MAMAK dak dapek pulo manyalahkannyo doh. Kini ado rundiang saketek untuak ang.
SYAMSUDIN         : Apo pulo tu mak.
MAMAK                   : Ko masalah Harnida, dulu waktu ketek ang tingga jo MAMAK di Pakan, lai ingek ang jo inyo.
SYAMSUDIN         : ba a pulo kok indak samo SD jo ambo, SMP sajo ambo pulang nyo, hinggo kuliah ambo di Padang. Tapi waktu kuliah lewat telepon acok juo inyo manelpon mambaritahu ambo MAMAK alah mangirim pitih untuak kuliah ambo.
MAMAK                   : itulah nan MAMAK pikiakan, lah dupuluah lapan umuanyo alun Juo takana ka balaki, lah banyak urang datang  nyo tulak juo. Lai amuah ang manolong MAMAK.
SYAMSUDIN         : mukasuik MAMAK?
MAMAK                   :pai ang ka Pakan, bujuaknyo buliah namuah barumah tanggo, sabab adiaknyo si Andra lah disasak an dek calon bininyo ka nikah bulan haji ko.
SYAMSUDIN         : Ba a lo caronyo, mungkin nyo alun ado nan katuju jo urang lai.
MAMAK                   : kok alun ado ang se ka kawannyo, kan labiah elok, bak jangguik pulang ka daguak. (MAMAK tertawa)
SYAMSUDIN         : (tertawa) MAMAK ado-ado sajo ma pulo ka namuah inyo jo ambo.
MAMAK                   : Cubolah pai ka Pakan barang saminggu. MAMAK manyusul saminggu lai.
SYAMSUDIN         : Iyolah mak, untuak MAMAK apo nan indak. (MAMAK tertawa)

CUT TO
SYAMSUDIN TIBA DI RUMAH MAMAK.
IN FRAME SUBTITEL (PAKANBARU)
SYAMSUDIN         : Assalamulaikum.
IN FRAME SAMIYEM MEMBUKA PINTU.
SAMIYEM                : wa alaikum salam, maaf cari siapa.
SYAMSUDIN         : ado Harnida?
SAMIYEM                : (TERSIPU) iya saya sendiri, uda ini siapa?
SYAMSUDIN         : Eee lah lupo sajo kau mah, ambo Syamsudin, ndak takana lai.
SAMIYEM                : (Tertegun sejenak, pura-pura ingat) eh iya uda, udaa siapa, uda anu itu kan?
SYAMSUDIN         : Syamsudin, lupo pulo kau namo den.
SAMIYEM                : iyaaa, uda Udin…hehehehe.
SYAMSUDIN         : (KAGET) ei sajak bilo kau maimbau den Udin.
SAMIYEM                : Ou jangan marah, salah panggil ya…masuklah dulu da Udin.
SYAMSUDIN         : (MENETENG TAS MASUK RUMAH)
CUT TO
INT. RUMAH SIANG
SAMIYEM                : uda duduk dulu ya… Samiyem, eh Hernida ambilkan air dulu, mau panas dingin atau sedang.
SYAMSUDIN         : Kau kan lah tau kesukaan den dari dulu mah.
SAMIYEM                : ooo…iya, the es kan?
SYAMSUDIN         : (kaget) sabananyo kau ko sia, iyo kau Harnida.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN) I…iyya…aku  Harnida. Uda jangan Marah.
SYAMSUDIN         : dulu kau ndak sarupo iko doh, bilo kau talangkang.
SAMIYEM                : Aapa da Talangkang, apa artinya tu da?
SYAMSUDIN         : sudahlah baokkan kopi untuak den. (Syamsudin menyalakan rokok)
SAMIYEM                : iiyaa tuan.. eh uda. (SAMIYEM MASUK KE DAPUR)
IN FRAME.  SYAMSUDIN GELENG KEPALA.
IN FRAME FOTO HERNIDA DI DINDING.
CU. SYAMSUDIN MENATAP TAJAM FOTO.
MS. SYAMSUDIN MELANGKAH KE ARAH FOTO.
IN FRAME SYAMSUDIN MENATAP LEKAT KE FOTO.
OS.
SAMIYEM                : Uda ini kopinya.
MS SYAMSUDIN MEMPERHATIKAN SAMIYEM.
SYAMSUDIN         : iyo kau Harnida.
SAMIYEM                : uda tidak percaya, lihat saja foto itu sama kan.
MS SYAMSUDIN MENATAP FOTO. CU SAMIYEM BERGAYA (OVER AKTING).
MS SYAMSUDIN BINGUNG.
LS SAMIYEM MENARIK SYAMSUDIN. MS SAMIYEM BERDIRI DEKAT FOTO.
SAMIYEM                : mirip kan uda?
SYAMSUDIN         : (Tersenyum) mirip saketek, tapi banyaaaaak bana dak miripnyo. (tertawa)
SAMIYEM                : (MERAJUK) uda jahat.
SYAMSUDIN         : (MENDEKATI SAMIYEM) sudahlah, uda ka istirahat. Ma kamar uda.
SAMIYEM                : Bia iyem, eh Harnida antar uda ke kamar.
SYAMSUDIN         : (KAGET) sia tadi ii… iiyam? Sia tu si Iyam.
SAMIYEM                : (SALAH TINGKAH) Tidak anu… Nida mau masak ayam.
SYAMSUDIN         : Oooo… bialah, nan ma kamar den ko.
SAMIYEM                : nan kiri Uda, itu kamar dekat ruang tengah, bia Nida antar.
SYAMSUDIN         : Iyo lah (melangkah sambil meneteng tas)
SAMIYEM                : bia Nida antar da.
SYAMSUDIN         : bialah den surang.
CU WAJAH SAMIYEM CERAH.
SAMIYEM                : aduh gantenge, kenak deh atiku. Ahhh…uda Syam trisnoku untuk muu..muach! muach! (cengengesan)
CUT TO
INT. RUANG TIDUR PAGI.SYAMSUDIN BANGKIT DARI TIDUR.
MS. SYAMSUDIN BANGUN, MENOLEH KE ARAH MEJA.
MCU. SYAMSUDIN MENATAP HERAN.
LS. SYAMSUDIN MELANGKAH KE MEJA.
CU. KOPI DAN SARAPAN.
SYAMSUDIN         : elok bana paja ko. Sia sabananyo inyo ko.
MLS                          : SYAMSUDIN  MENIKMATI SARAPAN PAGI.
CUT TO
EKST. SIANG.
EKST. SAMIYEM MENYAPU HALAMAN. SYAMSUDIN MUNCUL DARI PINTU.
MLS. SAMIYEM MENGGUNTING BUNGA.
MLS. SYAMSUDIN MENATAP AKTIFITAS SAMIYEM.
MCU SAMIYEM.
SAMIYEM                : gimana da enak tidurnya, oh ya da, sarapan uda sudah ada di kamar. Sudah Nida siapkan tadi.
MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : iyo tarimo kasih.
MLS. SMT. SAMIYEM MELANGKAH DARI HALAMAN MASUK RUMAH.
CU. SYAMSUDIN TERPERANGAH.
OS. DERING HP. SYAMSUDIN KAGET.
MLS SYAMSUDIN MENEMPELKAN ROKOK DI TELINGA. CU. SYAMSUDIN MEMAKI.
SYAMSUDIN         : kapindiang a pulo nan den angkek.
MCU. SYAMSUDIN MENEMPELKAN HP DITELINGANYA.
SYAMSUDIN         : ha..hallo mak. Assalamualaikum.
SUARA                     : Mak-mak apo pulak ni da. Ini Risma karayawan Toko Uda di Jambi.
SYAMSUDIN         : Eee… iyo Risma, ado apo ko.
SUARA                     : Gini bang cak mano barang yang uda janjikan kemaren. Stok lah tipis nian di Toko.
SYAMSUDIN         : iyo saba dulu uda kirim dalam duo hari ko.
SUARA                     : iyo lah kalu macam tu, e ngapo uda eror niah kini.
SYAMSUDIN         : eror ba a ko.
SUARA                     : letih aku telpon uda jak maren. Baru pagi ni diangkat. Aku nak laporkan keuangan Toko Minggu ini. Kamano be Uda dak muncul-muncul di Toko.
SYAMSUDIN         : e.. anu urus se lah dulu. Uda sibuk bana.
SUARA                     : iyo lah kalau macam tu, jangan lupo da, stok toko lah tipis.
SYAMSUDIN         : Iyo, beko uda kirim. Lah yo, Assalamualaikum.
SUARA                     : Wa alaikum salam.
CU. SYAMSUDIN BINGUNG.
SYAMSUDIN         : ko harus ka bukik lo ko mah…
CUT TO.
INT. MEJA MAKAN. MALAM.
LS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM SEDANG MAKAN.
MCU. SYAMSUDIN SEDANG MAKAN.
SYAMSUDIN         : Nida, uda baniaik mambao kau main ka Bukik Tinggi, lai namuah kau.
CU. SAMIYEM TERMENUNG.
OS. SYAMSUDIN  : Ba a lai namuah kau.
MCU. SAMIYEM   : (KAGET) a..apa da?
MCU. SYAMSUDIN     : uda baniaik mambawo kau jalan-jalan ka Bukik Tinggi.       Lai namuah kau.
MCU SAMIYEM    : mau da, kapan berangkat.
SYAMSUDIN         : Basiaplah, awak barangkek beko malam.
CUT TO
LS. JAM GADANG BUKITTINGGI. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERFOTO-FOTO.
MS. SYAMSUDIN MEMFOTO SAMIYEM.
MLS. SYAMSUDIN MEMANGGIL SESEORANG.
SYAMSUDIN         : Da tolong ambiak foto kami baduo.
MLS. SYAMSUDIN BERFOTO BERDUA SAMIYEM.
LS. PERTOKOAN AUR KUNING. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERJALAN MEMASUKI GERBANG TOKO.
MLS. SYAMSUDIN MENELPON.
SYAMSUDIN         : Mus tolong japuik barang di kadai langganan uda, anta ka toko di Jambi.
SUARA                     : Toko nan ditunggu Risma apo Neneng da.
SYAMSUDIN           : toko nan di Angso duo.
SUARA                     : Ooo tampek Risma, bali minyak di ma ambiak da.
SYAMSUDIN         : Beko uda telpon Risma, pakai se pitih kadai dulu.
CUT TO.
MLS. NGARAI SIANOK. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM BERDIRI DI PAGAR NGARAI.
SYAMSUDIN         : ba a, lai sanang ati kini.
SAMIYEM              : kalau dengan uda senang saja hatiku da.
SYAMSUDIN         : Co iko lah hiduik uda, hampir ndak ado waktu istirahat. Ado ampek anak buah di kadai. Sadonyo rancak karajonyo. Jujur, teliti. Kalau Risma itu lah tigo taun mengurus toko di Angso Duo. Kalau toko ciek lai baru anam bulan bukak.  Kadang uda bapikia untuak apo uda cari pitih siang malam, hiduik uda langang bana indak bakawan.   
SAMIYEM                : Kan banyak karyawan cewek uda, ambil saja satu jadi istri.
SYAMSUDIN         :(TERTAWA) sumbarang se kau mah.
SAMIYEM                : Barangkali uda terlalu pemilih, jadi sulit cari jodoh.
SYAMSUDIN         : indak juo, nan paralu lai elok budinyo alah dek uda mah.
SAMIYEM                : Benar begitu da?
SYAMSUDIN         : Iyo lai pandai Nida mancarikan.
SAMIYEM                : biar hanya pembantu, apa uda mau?
SYAMSUDIN         : ba a pulo Nida, masak uda dijodohkan dengan pembantu.
SAMIYEM                : (WAJAHNYA KECEWA) maaf da, mungkin Nida salah ngomong.
SYAMSUDIN           : ba a kok sadiah, apo salah uda.
SAMIYEM                : ngak ada kita pulang saja da.
SYAMSUDIN           : awak boking se hotel duo kamar.
SAMIYEM                : kita pulang ke pekan malam ini da.
SYAMSUDIN           : ado apo ko, baru pagi ko awak tibo disiko.
SAMIYEM                : rasanya badan Nida tidak enak da.
SYAMSUDIN           : kita ke dokter sajo Nida.
SAMIYEM                : tidak da (SAMIYEM MENANGIS)
SYAMSUDIN           : ado apo, ibo ati Nida dek uda?
SAMIYEM                : sudah lah da aku yang salah, aku…(MENUTUP MUKA DAN BERLARI)
SYAMSUDIN         : (MENGEJAR) Nida! Nida!
CUT TO
LS JEMBATAN BENTENG. SYAMSUDIN MELANGKAH MENUJU UJUNG SEBERANG. MLS. SYAMSUDIN SEPERTI MENCARI-CARI.
MLS. HARNIDA DUDUK DI BIBIR JEMBATAN BENTENG. SYAMSUDIN MUNCUL.
SYAMSUDIN         : Ka ma sajo, lah panek uda mancari.
MCU SAMIYEM    : (MATANYA BERAIR) kita pulang ke Pekan ya da.
SYAMSUDIN         : awak ka pai ka Singgalang, ayah Nida di kampuang kini.
SAMIYEM                : (KEMBALI MENANGIS) tidak da, tidak…Nida tidak mau ke kampung.
SYAMSUDIN         : apo masalahnyo. Berang Nida ka uda.
SAMIYEM                : tidak.
SYAMSUDIN         : jadi apo masalahnyo.
SAMIYEM                : Tidak ada.
SYAMSUDIN         : jadi ba a kok manangih.
SAMIYEM                : (MENCOBA TERSENYUM) tidak ada,  sudahlah kita ke Singgalang saja.
SYAMSUDIN         : paniang den. Lah mo lah awak pai.
SAMIYEM                : kita lihat kebun binatang dulu da.
SYAMSUDIN         : iyo lah, mo lah pai.
MLS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM MELIHAT-LIHAT MONYET.
MCU. (MONYET BERGANTUNGAN DI POHON) OS.  SUARA SAMIYEM.
SAMIYEM                : Iiiii. Mirip uda.
MCU SYAMSUDIN : kurang aja.
MLS. HARNIDA     : (MENCIBIR) uk, uk, (MENIRU GAYA MONYET) itu uda (tertawa dan berlari)
MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR SAMIYEM.
SYAMSUDIN         : kurang aja! Awas kau!
CUT TO.
MLS. SYAMSUDIN DAN SAMIYEM DUDUK DI SEBUAH CAFÉ.
SYAMSUDIN         : jam bara kini.
SAMIYEM                : (MELIHAT JAM DI HP) sudah jam empat da.
SYAMSUDIN         : capeklah makan, awak pulang se ka Singgalang.
OS. Suara Ramli.
MCU RAMLI            : Eii, disiko ang, bilo pulang.
RAMLI                      : sia pulo padusi rancak ko, lah pandai ang manatiang cewek kini yo!
MLS                          : kenalan lah dulu, ko Harnida, anak mak Sapri.
RAMLI                      : lah putiah se kau kini, dulu agak kalek Nampak dek den. (tertawa)
OS. Suara Hp.         : (SAMIYEM BERDIRI MEMEGANG HP) uda-uda sebentar ya, mau mengangkat HP.
SUARA HARNIDA  : yem aku dengar kakak sepupuku Syamsudin datang ke Pekan ya tak.
SAMIYEM                : (CEMAS) ii..iiya. benar!
SUARA HARNIDA  : kau urus baek-baek aku kini di Bukittinggi, esok nak balik.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN) ka…katanya, mau pergi tiga bulan.
SUARA HERNIDA :  Kau tau tak, bisnis ini menjanjikan sangat, tak sabar aku nak telisik barang-barang kerajinan ke Bukittinggi, apalagi aku dah pesan toko di Malaysia sebagai stand dagang aku kelak.
SAMIYEM                : tak usah pulang dulu aku tak di rumah.
SUARA HARNIDA  : (MARAH) apa kau berani tinggalkan rumah tiada izin? Di mana kau sebenarnya.
SAMIYEM                : aku mau behenti kerja di rumah puan.
SUARA HARNIDA  : ee kurang ajar sangat kau ya, berani pula nak lawan aku.
OS. SYAMSUDIN  : ada apa Yem, kau kanai berang yo.
SAMIYEM                : (KETAKUTAN, MENANGIS) maafkan saya da, sebenarnya aku hanya pembantu, uda bicaralah dengan puan. Dialah Harnida yang sebenarnya.(MENYERAHKAN HP)
MCU.  SYAMSUDIN    : sudahlah, kecekkan ka iyo den nan mambao kau ka siko, suruah nyo kamari. Den danga nyo ado disiko.
MCU. SAMIYEM     : iyem tidak berani da.
MLS. SAMSUDIN DAN SAMIYEM
SYAMSUDIN           : Siko HP kau tu. (mengambil HP Samiyem) halo, Nida, ko uda Syamsudin. Jan berang lo ka Samiyem, uda nan mambaonyo kamari.
SUARA  HARNIDA     :  di ma uda, ambo kasinan kini.
SYAMSUDIN           : Di kafe dibawah jam jambatan Benteng. Uda tunggu Nida kini.
SUARA HARNIDA      : iyo da, tunggu Nida. Assalamualaikum.
SYAMSUDIN           : sudahlah, beko awak rundiangkan urusan ko, jan manangih juo lai. Apuih aia mato tu, sagan awak ka uda Ramli.
CUT TO.
MLS. HARNIDA, RAMLI, SYAMSUDIN, SAMIYEM DI CAFÉ.
HARNIDA                : iya, Nida akui salah pulak dah perintahkan Samiyem mengakui diri sebagai aku. Tapi tak elok pulak hingga pada uda dia mengakui yang demikian.
SYAMSUDIN         : itu adolah doso  mangicuah urang gaek. Waktu MAMAK ka pai kau mangatokan dan ka pai kama-kama. Sudah itu kau pai ka Malaysia, kau suruah pula Samiyem mangaku diri kau. Uda lah tahu dari samulo inyo bukan kau Nida, tapi bialah. Lah tajadi ba a pulo lai.
RAMLI                      : Jadi sabananyo manga ang disuruah mak Sapri ka Pakan.
SYAMSUDIN         : ambo disuruah mancari jodoh.
RAMLI                      : Ba a pulo carintonyo.
SYAMSUDIN         : beko awak rundiangkan di kampuang.
MLS. MEREKA BEREMPAT KELUAR TOKO.
CUT TO.
MLS. PANORAMA NAGARI SINGGALANG.
INT. RUMAH GADANG MALAM.
KELUARGA DUDUK DI RUANG TENGAH. APAK MALIN MEMBUKA PEMBICARAAN.
APAK MALIN        : assalamualaikum siding nan basamo. Disiko ambo kamambukak persoalan antaro keluarga awak. Kebetulan lai sadonyo bakumpua disiko. Tadi andeh si Ramli lah mangecek ka ambo persoalan nan tajadi salamoko jo adiak ambo Sapri. Kini kok nan tuo lah tiado, tigo urang nan dituokan dalam keluarga alah maninggakan kito. Ambo maraso kok rumah kito bak anak ayam tiado induak, tiado nan mancancang putuih, tiado nan mambuhua mati. Lah lamo ambo kamangecek ka MAMAK rumah nan tungga babeleang yakni Sapri. Pacik lah tangguangjawab. Pikualah baban. Lieklah kamanakan bak sampan hilang kamudi bak rang pajalan hilang padoman. Namun sabalun itu ado ciek nan kadikamukokan persoalan Ramli.  Tumpak ka waang Ramli, iyo ayah manyalahkan waang. Indak elok malawan nan tuo, elok bamaaf malah kini.
RAMLI                    : sabalunnyo yah buliah ambo mangamukokan alasan.
APAK MALIN        : Ba a Sap, kamanakan ang ka mangecek.
MAMAK                 : malawaBia lah da nak nyo lapehkan rangkik-rangkiknyo.
APAK MALIN        : apo nan ka ang katokan.
RAMLI                    : sabalumnyo, indak ambo malawan nan tuo bukan ambo manantang MAMAK tapi samantang co itu bana, kok di rintang-rintang bana iyo taibo hati nanko nan dek ulah MAMAK kanduang. Sajak ketek den dimanjokan. Ditatiang hilia diirik mudiak manga kini katiko gadang badan taraso basio-siokan. Sajak MAMAK pai marantau, raso putuih tali buayan. Tarambau denai dek sakik hiduik, ayah jauah dirantau urang, adiak surang padusi pulo. Samantang co itu bana pasan MAMAK indak den lupo. Den pacik arek den ganggam taguah hinggo lah gadang pulo si Asni. Tapi (RAMLI MULAI GAGAP, AIR MATANYA BERLINANG) tapi mak, sajak MAMAK barumah di rantau, jan ka maliek kami pulang. Den japuik MAMAK karantau harok maliek den basanding, kaba sajo tiado MAMAK barikan, jatuah taibo hati ambo. Den batalkan panikahan den bae lari karantau urang.
MAMAK                 : iyolah, mungkin salah MAMAK dimato waang. (MAMAK DIAM SEJENAK). Alah ang turuik MAMAK ka Pakan. Takaba dari mintuo ang maso itu. Cibo pulo ang tenggang yuang. MAMAK waktu itu sadang sampik bana, bukan sampik pitih nak. Wakatu MAMAK bana nan sampik.
RAMLI                    : lah iyo mah mak, campakkan sajo kami. Carilah pitih banyak-banyak.
APAK MALIN        : jago muncuang ang Ramli. Kok ndak dek ranggaek ciek ko ndak iduik ang doh, salamo den marantau sia nan maurus ang, cubo pikia.
RAMLI                    : den tau mah ayah, tapi ibaraik babuai, alah talayang dalam buaian manga tali baputuihkan jatuah tarambau badan diri.
MAMAK                 :Kok tantang itu mungkin MAMAK salah nak, bialah. Bari maaf MAMAK tantang itu. Salah den mamanjokan waang. Tapi cubo pulo ang pikiakan. Kok salalu ang bagantuang ka den bilo ang kagadang lai. Cubo bapikia dewasa saketek. Lah bara umua ang kini. Dulu ang manjo ka den, kini caliak si Asni. Lah duo pulo anaknyo. Ang lah jadi MAMAK pulo. Cubo pulo rasokan suliknyo maurus kamanakan.
SYAMSUDIN         : Alah mah da, hiduik  biaso khilaf, bari maaf MAMAK dek uda.
RAMLI                      : Iyo, den hanyo manyampaikan kato hati, den ndak mambanci MAMAK doh, nan sudah bialah. Kini dibukak lembaran baru. (MENDEKATI MAMAK SAMBIL MENANGIS) bari maaf ambo mak.
MAMAK                   :(MEMELUK RAMLI) ndak ado salah ang doh nak, MAMAK nan salah. Kini bialah kito bukak lembaran baru.
CUT TO
LS PERSAWAHAN SIANG. SYAMSUDIN DAN HARNIDA.
HARNIDA                : jadi itu masalahnya hingga datang ke Pakanbaru.
SYAMSUDIN         : ba a pandapek Ida?
HARNIDA                :(MALU-MALU) ida mau saja Uda. Terserah ayah sajalah…
SYAMSUDIN         :(MEMOTONG) tunggu dulu, ado salah Ida saketek.
HARNIDA                : e ape maksud uda?
SYAMSUDIN         : ida lah mampitaruahkan ikan ka kuciang, kini ikan tu lah digungguangnyo lari.
HARNIDA                : tak faham lah ida maksud uda tu.
SYAMSUDIN         : ibaraik kan hati uda ikan, Ida pitaruahkan ka Samiyem nan jadi kuciangnyo.
HARNIDA                : jadi uda dah suka pulak sama pembatu ida tu.
SYAMSUDIN           : tapeknyo ibo,  ibo manjadi sayang, sayang manjadi cinto. Kini hati ko lah kanai kaba a juo lai. ndak dapek aka la doh.
HARNIDA                : (menangis) dah buta ,mata uda, mau pula kena ke pembantu, sadar da. Ini Ida anak MAMAK uda, dia itu entahlah sesiapa. Mengapa uda sayangkan dia pula.
SYAMSUDIN           : Nasi lah jadi bubua, elok dibari sajo tangguli, nak manih juo dimakan. Mo lah pulang. Hari lah laruik sanjo.
MLS. SAMIYEM MENATAP DARI JAUH. CU SAMIYEM, MATANYA BERLINANGAN.
CUT TO
INT. RUMAH GADANG PAGI.
MAMAK                   : jadi ba a Syam, ala hang rundiangkan masalah tempo hari jo Harnida.
SYAMSUDIN         : alah mak, nampaknyo gambar tu kabua.
MAMAK                   : apo masalahnyo.
SYAMSUDIN         : antahlah mak, ambo binguang.
MAMAK                   : (MENATAP KE BELAKANG) Nida, siko kau.
HARNIDA MUNCUL MEMBAWA DUA GELAS KOPI.
HARNIDA                : apa pasal ayah memanggil Nida.
MAMAK                   : duduak kau dulu, ayah ka mangecek.
HARNIDA              DUDUK DISAMPING SYAMSUDIN.
MAMAK                   : kini ayah ingin maingekkan, umua kau lah labiah duopuluah salapan.
HARNIDA                : iya ayah ngertilah Nida.
MAMAK                   : Jadi apo juo nan kau nanti untuak barumah tanggo lai.
HARNIDA                :belum ada yang cocok lagi yah, janganlah memaksa.
MAMAK                   : Ndak suai kamanakan den ko dek kau, kok karajo lah ado, hiduik ,lah mapan, nan bantuak a nan  ka kau cario lai.
HARNIDA                : janganlah ayah nak marah saje, kamenakan ayah tu yang tak nak dengan nida dia dak kena sama pembantu kita tu. Si Samiyem.
MAMAK                   : batua itu Syam.
SYAMSUDIN         : (GUGUP) A..Anu Mak, eh…
MAMAK                   : Ba a kok ka inyo lo ang maadok, aden manyuruah ang pendekatan jo anak den Si Nida.
MLS. SAMIYEM LEWAT SAMBIL MENANGIS MEMBAWA TAS. MCU. SAMIYEM MENANGIS. MLS SYAMSUDIN MENGEJAR.
SYAMSUDIN         : Hei Yem ka pai kama kau.
MLS. SAMIYEM BERLARI KELUAR DAN HILANG DIPINTU. SYAMSUDIN MENGEJAR.
LS. SLMT. SAMIYEM BERLARI. MLS SAMIYEM MENGGUSAP AIR MATA SAMBIL BERLARI. MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR. MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : Yem tunggu yem.
MLS. SAMIYEM BERLARI KELUAR DAN HILANG DIPINTU. SYAMSUDIN MENGEJAR.
LS. SLMT. SAMIYEM BERLARI. MLS SAMIYEM MENGGUSAP AIR MATA SAMBIL BERLARI. MLS. SYAMSUDIN MENGEJAR. MCU SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : Yem tunggu yem.
MLS. SAMIYEM BERLARI DAN MENGHILANG DITIKUNGAN JALAN. MLS. SYAMSUDIN BERLARI MENGEJAR DAN HILANG DITIKUNGAN JALAN.
MLS. SAMIYEM DIKEJAR SYAMSUDIN. EX S. SLMT. KAKI SAMIYEM TERSANDUNG. MLS. SLMT. SAMIYEM TERJATUH. MS. SYAMSUDIN MEMBANTU SAMIYEM BANGKIT, SAMIYEM MERONTA.
SAMIYEM              : lepaskan Uda, biar iyem pergi.
MCU. SYAMSUDIN.
SYAMSUDIN         : (MELEPAS TANGAN SAMIYEM) pailah Yem kalau ndak ibo kau ka uda.
SMIYEM                   : (KAGET) maksud uda apa?
SYAMSUDIN         : (TERSENYUM) lah labiah duopuluah lapan umua uda, sajak tunangan uda maningga dulu, hati uda tatutuik untuak padusi. Kini ado nan mambukaknyo. Tahu kau sia urangnyo tu?
SAMIYEM                : tidak da.
SYAMSUDIN         : inyo pembantu, pembantu nan uda harokkan mambantu uda saumua hiduik. Pembantu nan membantu susah uda, membantu uda dalam sanang maupun sakik. Seorang pembantu Yem, bukan sembarang pembantu. Pembantu nan membantu uda bangkik dari keterpurukan perasaan, pembantu nan membantu uda menemukan arti cinto nan sabananyo. Kaulah pembantu itu Yem. Pembantu nan uda harokkan dalam hiduik uda. Di bukik tinggi tempo hari kau marajuak katiko uda katokan ndak namuah jo seorang pembantu. Waktu itu uda bagarah Yem, uda tau kau sabananyo bukan Harnida. Maafkan uda kok garah uda talampau bana, mambuek kau ibo hati.
SAMIYEM                : uda Jahat.
SYAMSUDIN           : manga pulo uda.
SAMIYEM                : uda jahat, telah mencuri hati Iyem.
MCU. SYAMSUDIN TERSENYUM.
SYAMSUDIN         : mo lah  awak pulang.
SAMIYEM                : iyem takut da.
SYAMSUDIN         : Mak Sapri itu bijaksana Yem, inyo pasti faham bilo alah uda jalehkan.
SAMIYEM                : Iyem takut pada puan Harnida, kemarin malam dia marah-marah pada Iyem.
SYAMSUDIN           :bialah mak Sapri nan manarangkan ka Inyo.
SAMIYEM                : iya lah da.
CUT TO
RUMAH GADANG. MALAM.
MAMAK                   : jadi kini lah jaleh masalahnyo. Aden indak ka mamaso sabab lah tau bana pangka masalahko. Jadi iko tajadi karano si Harnida manyuruah Samiyem mangaku sabagai dirinyo sabalum nyo barangkek ka Malaysia tempo hari. Den sarahkan ka Syamsudin sia nan kadipiliahnyo, Harnida atau Samiyem, itu lebih adil sabab kini ado ciek sopir untuak duo kamudi, tantu sopir itu nan mesti mamiliah oto ma nan kadibaoknyo.(SEISI RUMAH TERTAWA)
SYAMSUDIN         : elok kini tagak kaduonyo dimuko buliah ambo mamiliahnyo.
MAMAK                   : tagaklah kalian baduo dimuko (TERTAWA)
HARNIDA DAN SAMIYEM BERDIRI DIDEPAN.
SYAMSUDIN         : Ambo akan mamiliah dengan mengajukan pertanyaan. Jawaban pertanyaan itu adolah alasan ambo manantukan pilihan.
HARNIDA                : tanye saja da, pasti adek jawab.
SYAMSUDIN         : Baiaklah partamo, Kok ado pitih sapuluah ribu, sadang bareh haragonyo sapuluah ribu sagantang. bisa kalian mambalinyo.
HARNIDA                : bisa lah, kan pas duitnya ya tak.
SYAMSUDIN         : ba a dek Samiyem.
SAMIYEM                : Iyem hanya kan beli setengah gantang da sebab sisa uang untuk membeli keperluan dapur lain, misalnya cabe dan minyak.
SYAMSUDIN         : Iyo lah, pertanyaan kaduo. Kalau misalnyo aden sakik sadang pitih dak ado, ba a caronyo maubek den.
HARNIDA                : Nida kan temui ayah dan pinjam darinya buat obat uda.
SAMIYEM                : kalau Iyem akan persiapkan sebelum itu terjadi, Iyem akan tabung uang belanja sedikit-sedikit untuk persiapan seandainya ada diantara kita yang sakit.
SYAMSUDIN         : kini pertanyaan nan katigo. Kok nyampang aden lupo diri kemudian talapeh manjatuahkann tangan. Apo nan kalian pabuek.
HARNIDA                : Nida sabar saja sampai uda sadar.
SAMIYEM                : iyem akan pergi dari uda. Untuk sementara atau selama-lamanya. Uda tidak lagi menahan diri demi kasih saying uda tapi memperturutkan amarah sehingga menyakiti Iyem.
SYAMSUDIN         : Terakhir, ma nan dipiliah, aden sumbayang atau mencari pitih patang pagi.
HARNNIDA             : Uda harus seimbang antara ibadah dan mencarikan nafkah keluarga.
SAMIYEM                : sama bagi Iyem itu juga lah yang terbaik da.
SYAMSUDIN         : barangkali dari ampek pertanyaan itu lah jaleh dek MAMAK sia nan ka dipiliah.
MAMAK                   : kok ditimbang samo barek jatuah  timbangan ka Samiyem. Lah faham MAMAK mah.
HERNIDA MENANGIS IA BERLARI MASUK KAMAR. MCU RAMLI MENATAP TAJAM.
RAMLI                      : mak buliah ambo mamintak.
MAMAK                   : Apo nan ang mintak.
RAMLI                      :kok lai buliah, barikan lah Harnida untuak ambo.
MAMAK                   : Tagantuang nan punyo bandan mah yuang. Cubo tanyokan ka inyo.
RAMLI                      : Mintuo, tolong panggiakan, Harnida.
MINTUO                   : ai kau ni, dah tau dia sedang sedih.
RAMLI                      : indak ibo mintuo, anak mintuo nan surang ko lah kapalo tigo alun bakawan.
MINTUO                   : Biarlah Mintuo rundingkan  dengan dia, kau terima bereslah.
RAMLI                      : Tarimo kasih bana mintuo, ado salek sdaketek beko untuak mintuo.
MAMAK                   : apo pulo tu ka ang sogok pulo mintuo ang.
RAMLI                      : indak, sekedar balas jaso, hehehe.
MAMAK                   : Kamanakan manjo, ndak barubah dari dulu, nio pisang lah bakuba an se.
RAMLI TERTAWA.
IN FRAME. PESTA PERKAWINAN RAMLI BERSANDING DENGAN HARNIDA. SYAMSUDIN BERSANDING DENGAN SAMIYEM. ZOM OUT TO BLACK.

SELESAI