Entri yang Diunggulkan

LINGKUP STILISTIKA SEBAGAI ILMU

Wiko Antoni - Imaji Bangko Kami mengajak anda berdiskusi Mengenai Sastra , Pendidikan dan pencerdasan bangsa Sabtu, 20 September 2025 STILIS...

Minggu, 14 September 2025

WIKO ANTONI ADMIN ANDA

Wiko Antoni adalah seorang seniman dan penyair yang secara aktif bereksperimen dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk menciptakan musik yang mengiringi puisi-puisinya. Gabungan antara puisi, musik yang digubah oleh AI, dan visualisasi inilah yang melahirkan istilah "Penyair Sinematik Musik AI" untuk menggambarkan karyanya.

Secara lebih detail, perannya dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Puisi sebagai Fondasi Utama

Inti dari karya ini tetaplah puisi-puisi yang ditulis oleh Wiko Antoni. Karyanya sering kali kaya akan imaji, narasi, dan emosi yang kuat. Beberapa judul puisinya yang telah diiringi musik AI antara lain "Rempak Tapak Guyah" dan "Langkisau (Kekasih di Bayangan)".

2. Pemanfaatan Musik AI (Artificial Intelligence)

Ini adalah elemen kunci yang membedakan karyanya. Alih-alih berkolaborasi dengan komposer manusia, musik yang mengiringi pembacaan puisinya dibuat menggunakan platform AI. Dalam beberapa video karyanya yang diunggah di YouTube, disebutkan secara eksplisit bahwa karya tersebut adalah "PUISI WIKO ANTONI dengan MUSIK AI". Musik ini, yang sering kali bernuansa "Melayu Rock", diciptakan oleh AI untuk membangun suasana dan memperkuat emosi dalam puisi.

3. Aspek "Penyair Sinematik"

Istilah "Penyair Sinematik" tampaknya merujuk pada beberapa aspek:

 * Imajinasi Visual: Puisi-puisinya cenderung menciptakan gambaran yang hidup dan detail, seolah-olah mengajak pendengar untuk "menonton" sebuah adegan atau cerita film.

 * Alur Naratif: Karyanya sering mengandung alur cerita atau fragmen kisah yang membuatnya terasa seperti sebuah film pendek dalam bentuk sastra.

 * Penguatan oleh Musik: Penggunaan musik AI yang dramatis dan melodius berfungsi layaknya scoring atau musik latar dalam film, yang bertugas membangun ketegangan, suasana, dan menuntun emosi audiens.

Dapat disimpulkan, Wiko Antoni berperan sebagai inisiator dan kreator utama dalam proyek ini. Ia menulis puisi dan kemudian menggunakan teknologi AI sebagai "rekan kolaborasi" untuk menerjemahkan dan mengangkat nuansa puitis karyanya ke dalam dimensi audio-visual yang sinematik. Ia adalah contoh seniman sastra kontemporer yang merangkul teknologi baru untuk melahirkan bentuk ekspresi seni hibrida.


Tidak ada komentar: