Entri yang Diunggulkan
LINGKUP STILISTIKA SEBAGAI ILMU
Wiko Antoni - Imaji Bangko Kami mengajak anda berdiskusi Mengenai Sastra , Pendidikan dan pencerdasan bangsa Sabtu, 20 September 2025 STILIS...
Rabu, 20 Maret 2019
STRUKTUR FISIK PUISI
Unsur Fisik Puisi terdari dari Seting atau perwajahan, Diksi, Imaji, Kata Kongkret, Bahasa Figuratif, Versifikasi. Maksud dari Seting atau perwajahan adalah tipografi puisi misalnya jumlah bait dalam satu baris. panjang pendek kalimat, penggunaan huruf kapital, tanda baca dan sebagainya.Tipografi ini sangat mempengaruhi makna puisi tersebut. Yang dimaksudkan diksi adalah pola pilihan kata yang digunakan misalnya kata-kata halus, romatis atau kasar yang juga menjadi ukuran terhadap makna yang dimaksud puisi tersebut. Imaji maksudnya adalah penggambaran pengalaman indera dalam penyajian paparan puisi yang merangsang imajinasi kita merasakan sesuatu misalnya dingin, panas dan sebagainya. selanjutnya Kata Kongkret maksudnya adalah ungkapan kata-kata yang menjadi pernyataan pemicu imajinasi pembaca merasakan suasana yang ingin digambarkan penyair tadi. Bahasa Figuratif adalah pilihan ungkapan yang memicu efek atau kesan menuju konotasi tertentu. bahasa figuratif disenaraikan dengan majas atau sajian ungkapan tak langsung dengan makna mengacu pada sesuatu yang lain. Versifikasi yaitu rima, ritme dan metrum. rima adalah persamaan bunyi yang menjciptakan irama yang digunakan, ritme tinggi rendah panjang pendek dan keras lemahnya bunyi yang sedangkan metrum adalah ukuran irama yang digunakan dalam puisi.
PENGERTIAN PUISI
Dari sisi bahasa menurut kamus Bahasa indonesia puisi adalah karya sastra yang terikat matra, irama, rima larik dan bait. Dari sisi hakekat puisi adalah ekspresi bidang sastra dengan menggunakan kata-kata terpilih yang disajikan dengan nilai ekspresi keindahan. Dari Sisi bentuk. Puisi adalah karya sastra dengan media kata-kata yang menggunakan kata secara ekonomis dengan makna yang meluas. Dari Sisi Jenis Puisi adalah ragam karya sastra yang menuangkan gagasan dengan ringkas dan sederhana dan dapat dibaca dengan cepat dalam waktu singkat.
ASPEK ASPEK PUISI
Aspek pembangun puisi adalah Citra, Struktur, Diksi, Suara dan Kesan. Citra adalah penggambaran suasana yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya yang merangsang indera membayangkan rasa yang sedang digambarkan. misalnya dingin, gelap, sepi, hangat dan sebagainya. Struktur adalah elemen-elemen pembangun dalam sebuah puisi dari sisi bentuk dalam hal ini terdapat bait, baris, dan kata. bagian terkecil disebut dengan kuflet yang memuat kata. baris yang memuat kalimat dan bait yang memuat beberapa baris. struktur juga membahas pola sajian, stanza, rima, irama dan matra sebuah puisi. bentuk ini juga terkait pada ragam puisi dengan jenis tertentu dengan ikatan lazim misalnya gurindam, ode, soneta dan sebagainya. Diksi adalah pola pemilihan istilah atau kata-kata penyair dalam ekspresinya. diksi terkait pada gaya atau maksud seorang penyair dalam menyampaikan gagasan pusinya. Suara. suara dibentuk penyair dengan mereka bunyi dalam puisinya dengan mempermainkan rima atau diksi. pilihan idiomatik dan irama kemampuan olahan ini membuat keunikan yang estetik bagi karya yang diciptakan sehingga terasa indah didengar dan estetik saat dibaca. Kesan adalah sesuatu yang membuat puisi itu melekat dalam ingatan dan membuat karya tersebut kuat teringat secara tersirat saat dibacakan atau dibaca secar tertulis. puisi yang baik biasanya akan kuat diingatan saat indera pendengar mendengarkan kalimat-kliamatnya atau saat indra pelihat membacanya. kekuatan kesan ini membuat banyak puisi penyair besar menjadi monumental sepanjang masa.
ELEMEN PEMBANGUN PUISI
Unsur Utama Puisi adalah Tema, Nada, Rasa dan Tujuan, Tema adalah persoalan utama yang menjadi ekspresi bagi penyair sebagaimana layaknya pengarang memiliki hal yang ingin disampaikan maka dalam puisi tema adalah masalah yang menjadi persoalan menggelitik fikiran yang ingin ia sampaikan. Rasa adalah suasana hati pengarang dalam menyampaikan karyanya dakalanya ini disebut sudut pandang. sudut pandang. ini adalah sisi si penyair memandang maslah yang ia sampaikan apakan ia suka, sedih benci dan sebagainya. Nada adalah intonasi yang dipakai secara emosional mislanya dengan rasa melankolis atau perasaan berlebihan, dengan kekuatan hati atau ketegaran atau dengan kemarahan yang angkuh atau kesombongan. selanjutnya tujuan adalah maksud si penyair dalam menciptakan karyanya apakah dengan maksud sekedar mengajak orang memikirkan masalah yang diusungnya sebagai wacana atau ajakan bahkan sebagai ungkapam belaka dari perasaannya.
lebih lengkap silahkan berjunung kehalaman : https://iniwebhamdan.wordpress.com/2012/05/17/pengertian-puisi-dan-unsur-unsurnya/
Selanjutnya dikutip dari sumber diatas untuk memahami puisi terdapat beberapa hal yang harus dikuasai :
lebih lengkap silahkan berjunung kehalaman : https://iniwebhamdan.wordpress.com/2012/05/17/pengertian-puisi-dan-unsur-unsurnya/
Selanjutnya dikutip dari sumber diatas untuk memahami puisi terdapat beberapa hal yang harus dikuasai :
- Citra penglihatan, yaitu citraan yang timbul oleh penglihatan atau berhubungan dengan indra penglihatan
- Citra pendengaran, yaitu citraan yang timbul oleh pendengaran atau berhubungan dengan indra pendengaran
- Citra penciuman dan pencecapan, yaitu citraan yang timbul oleh penciuman dan pencecapan
- Citra intelektual, yaitu citraan yang timbul oleh asosiasi intelektual/pemikiran.
- Citra gerak, yaitu citraan yang menggambarkan sesuatu yanag sebetulnya tidak bergerak tetapi dilukiskan sebagai dapat bergerak.
- Citra lingkungan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran selingkungan
- Citra kesedihan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran kesedihan
- perbandingan (simile), yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan mempergunakan kata-kata pembanding seperti bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, umpama, laksana, dll.
- Metafora, yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain tanpa mempergunakan kata-kata pembanding.
- Perumpamaan epos (epic simile), yaitu perbandingan yang dilanjutkan atau diperpanjang dengan cara melanjutkan sifat-sifat perbandingannya dalam kalimat berturut-turut.
- Personifikasi, ialah kiasan yang mempersamakan benda dengan manusia di mana benda mati dapat berbuat dan berpikir seperti manusia.
- Metonimia, yaitu kiasan pengganti nama.
- Sinekdoke, yaitu bahasa kiasan yang menyebutkan suatu bagian yang penting untuk benda itu sendiri.
- Allegori, ialah cerita kiasan atau lukisan kiasan, merupakan metafora yang dilanjutkan.
- metrum, yaitu irama yang tetap, menurut pola tertentu.
- Ritme, yaitu irama yang disebabkan perntentangan atau pergantian bunyi tinggi rendah secara teratur.
- dinamik, yaitu tyekanan keras lembutnya ucapan pada kata tertentu.
- Nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya suara.
- Tempo, yaitu tekanan cepat lambatnya pengucapan kata.
- rima sempurna, yaitu persama bunyi pada suku-suku kata terakhir.
- Rima tak sempurna, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada sebagian suku kata terakhir.
- Rima mutlak, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada dua kata atau lebih secara mutlak (suku kata sebunyi)
- Rima terbuka, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku akhir terbuka atau dengan vokal sama.
- Rima tertutup, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku kata tertutup (konsonan).
- Rima aliterasi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bunyi awal kata pada baris yang sama atau baris yang berlainan.
- Rima asonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada asonansi vokal tengah kata.
- Rima disonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapaat pada huruf-huruf mati/konsonan.
- rima awal, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada awal baris pada tiap bait puisi.
- Rima tengah, yaitu persamaan bunyi yang terdapat di tengah baris pada bait puisi
- Rima akhir, yaitu persamaan bunyi yang terdapat di akhir baris pada tiap bait puisi.
- Rima tegak yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bait-bait puisi yang dilihat secara vertikal
- Rima datar yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada baris puisi secara horisontal
- Rima sejajar, yaitu persamaan bunyi yang berbentuk sebuah kata yang dipakai berulang-ulang pada larik puisi yang mengandung kesejajaran maksud.
- Rima berpeluk, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dan larik keempat, larik kedua dengan lalrik ketiga (ab-ba)
- Rima bersilang, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dengan larik ketiga dan larik kedua dengan larik keempat (ab-ab).
- Rima rangkai/rima rata, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir semua larik (aaaa)
- Rima kembar/berpasangan, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir dua larik puisi (aa-bb)
- Rima patah, yaitu persamaan bunyi yang tersusun tidak menentu pada akhir larik-larik puisi (a-b-c-d)
DRAMATISASI DAN TEATERIKAL PUISI
istilah dramatisasi puisi dan teaterikal puisi pada dasarnya berbeda dalam pengertian namun mengacu pada aktifitas bahan baku yang sama. Teaterikal puisi adalah penggabungan dua kata yakni teater dan puisi sedangkan dramatisasi puisi berakar dari kata drama dan puisi. lantas dimana beda kata drama dan teater. drama seperti muasal istilahnya adalah sebuah produk pementasan bercerita yang menampilkan simbol-simbol kenyataan diatas panggung teater. sedangkan teater mengacu pada tempat pertunjukan massal atau sajian pertunjukan seni masal. bila dilihat dari asal kata ini maka beda teaterikal puisi dan dramatisasi puisi terletak pada konsep sajian. teaterikal puisi lebih cenderung pada sajian masal yang beranjak dari sebuah puisi diman bisa saja dramatisasi puisi juga termasuk kedalamnya sedangkan dramatisasi puisi lebih mengarah kepada pertunjukan teaterikal puisi yang membawakan cerita lakon saja. dengan penjelasan ini maka pentas kolaborasi antara berbagai jenis seni dengan bahan baku puisi bisa dikatakan teaterikal puisi namun bukan dramatisasi puisi.
MUSIKALISASI PUISI
Musikalisasi Puisi adalah sebuah produk seni yang menggunakan bahan baku puisi dengan sentuhan keterampilan membuat komposisi musik. para pemusik yang mencintai sastra puisi menghadirkan mode ekspresi mereka dengan menciptakan komposisi musik berbahan baku puisi, dalam musikalisasi puisi terdapat elemen penyair-komposer-pemain musik dan penonton. pembuatan musikalisasi puisi biasanya melibatkan beberapa pemusik yang tampil membawakan puisi yang telah dikonversi menjadi karya musik. sekelompok pemusik yang menyajikan karya musikalisasi puisi biasanya melakukan pembuatan komposisi musik bersama dengan menggunakan puisi sebagai ide penciptaan. setelah meakukan latihan sekian lama mereka melahirkan karya seni musik dengan sajian tematik bersandar dari puisi yang mereka jadikan bahan baku penciptaan. Istilah dalam musikalisasi puisi adalah 1. Komposer atau komponis, yakni perancang karya musik secara keseluruhan. 2. Arranger yakni orang yang menata bentuk dan susunan karya musik yang dibuat. 3. Player atau para prmain musik. 4. Vokalist atau para penyanyi yang menyuarakan irama nyanyian dalm musikalisasi puisi. 5. Pendeklamasi atau pemabaca puisi yang ditampilkan.
SANGGAR BAHASA DAN SASTRA
Sanggar Bahasa dan Sastra adalah sebuah tempat dimana para seniman yang mencintai dunia kesusastraan bergabung dalam usaha bersama menyajikan karya sastra kepada khayalak kebentuk yang lebih indah. didalamnya terdapat seniman penyair, perupa, pemusik, teaterawan bahkan penari. tak ketinggalan penulis dan kritikus. kolaborasi mereka ini biasanya menghasilkan karya-karya berupa konversi karya sastra menjadi karya seni jenis lain yang unik misalnya musikalisasi puisi, teaterikal puisi atau dramatisasi puisi, kolaborasi puisi dan sebagainya.
dalam berkarya para seniman bekerja dengan semangat saling bantu dengan ideologi bersama yakni KEJUJURAN MENYUARAKAN SUARA JIWA. ideologi ini diusung dengan semangat ekspresi murni yang jauh dari perhitungan nilai ekonomi. yang menjadi dasar kerjasama adalah nilai kemanusiaan yang membuat mereka bergerak bersama dalam membangun sebuah pendopo yang didalamnya tertanam rasa kebersamaan dan persaudaraan. guna melaksanakan kegiatan ini mereka kerap melakukan latihan bersama, diskusi bahkan acara seremonial dengan dasar semangat persaudaaan. jiwa mereka yang sama membuat ikatan sesama mereka sangat kuat. saat ini salah satu sanggar demikian adalah "Kiayai Kanjeng" pimpinan Emha Ainun Nadjib yang bersuara dengan nuansa religius. Sanggar lain yang sampai saat ini aktif adalah "kumunitas Seni Kuflet" Pimpinan Sulaiman Djuned di Padangpanjang.
dalam berkarya para seniman bekerja dengan semangat saling bantu dengan ideologi bersama yakni KEJUJURAN MENYUARAKAN SUARA JIWA. ideologi ini diusung dengan semangat ekspresi murni yang jauh dari perhitungan nilai ekonomi. yang menjadi dasar kerjasama adalah nilai kemanusiaan yang membuat mereka bergerak bersama dalam membangun sebuah pendopo yang didalamnya tertanam rasa kebersamaan dan persaudaraan. guna melaksanakan kegiatan ini mereka kerap melakukan latihan bersama, diskusi bahkan acara seremonial dengan dasar semangat persaudaaan. jiwa mereka yang sama membuat ikatan sesama mereka sangat kuat. saat ini salah satu sanggar demikian adalah "Kiayai Kanjeng" pimpinan Emha Ainun Nadjib yang bersuara dengan nuansa religius. Sanggar lain yang sampai saat ini aktif adalah "kumunitas Seni Kuflet" Pimpinan Sulaiman Djuned di Padangpanjang.
Langganan:
Komentar (Atom)