Entri yang Diunggulkan
KAULAH YUNIKU
ENGKAULAH YUNIKU SAYANG: Puisi Cinta yang Ditolak Kota, Dikenang Jiwa Kembara Sukma --- ๐งพ Abstract (English) This paper analyzes the poem E...
Sabtu, 30 Agustus 2025
KAULAH YUNIKU
Jumat, 29 Agustus 2025
KAU
puisi makhrifat cinta
|
Wiko Antoni 2
KAU YUNIKU ๐๐๐๐๐----------------❤️๐ฉน❤️๐ฉน❤️๐ฉน Engkau mencintai ku dengan cara mu sendiri Engkau memaknai ku dengan tafsir mu sendiri Dan tak satu jua insan nam kan menghargai tulusnya hatimu
Biar derai Manikam Air matamu... Tiada jua nan mengerti
Bak mana kau rancang kisah Demi aku nan engkau damba Dari caramu lepas seluruh hidup mu untuk... Aku...
warnaku kusam untuk cahaya dunia Kau Cuba basuh dengan air mata luka mu dalam perih mengiris
Kau balut dengan rasamu bagiku Ruam lama sakit tertikam kau sembuhkan dengan menatap sang malam
kekasih... Kau membawa tangkai bunga layu diwarna... cita cinta nan suram kelam kabut
dan kau biarkan bunga dihati saat daku melangkah pergi engkau tahu daku menadah ludah ini dihatimu nan tak mampu ku beri
oh. kedamaian... Nan sama kita dambakan!
aku berulang kembali pada doa namun ku tersesat jalan tuk pulang
Tiada penjelasan nan pantas buat dunia paham tentang dirimu Karena aku pula nan tak ikhlas Cuba untuk terang tulus memahaminya...
atas segala dosa dan salah atas segala langkah resah
atas igauan semalam Nan engkau dah mulakan dan ku pula nan tambahkan nan tak bisa juga ulang semula...
bakmana... Luka basuh noda dan bersihkan diri
dari dina... yang yang Cuba nak kau kikis namun tetap nyata kehinaan kita tak hendak hanyut dan Pergi...
puas kau basuh semua... terlihat jua noda!
periksa kau kikis najis Dimata dunia kita tetap nista jua..... Kita! tetap nista jua!
Engkaulah Yuniku sayang Engkaulah cintaku kasih walau ku melangkah dengan luka namun cintamu kekal abadi
bagai matahari pagi nan setia setiap hari menyapa
Kaulah Yuniku sayang...
SPD Hitam Ulu - Limbur Merangin - Jangkat. 2006-2015
Ini Ruam Masa lalu tentang seorang yang mendidik kedewasaan sehingga aku seperti sekarang WAHYUNING KITA TAK SEPERTI YANG MEREKA TUDUHKAN BAHKAN BILA MEREKA MEMBUNUH KITA UNTUK TUDUHAN ITU AKU TETAP AKAN BERKATA TIDAK!!!
๐ ENGKAULAH YUNIKU SAYANG ๐ธ Kadang cinta tak perlu dimengerti dunia. Kadang luka tak perlu dijelaskan. Aku menulis bukan untuk pujian, tapi untuk mereka yang pernah menatap malam dan bertanya, “Adakah cinta yang tetap setia meski dihina?”
Puisi musikal ini lahir dari doa yang tersesat, dari air mata yang tak diminta, dari jiwa yang tetap ingin memeluk meski ditolak. Ia bukan sekadar lagu, tapi zikir luka dan pengakuan cinta.
Untukmu yang pernah mencintai dengan cara sendiri, yang membasuh dunia dengan air mata, yang tetap membawa bunga meski layu di tangan— Engkaulah Yuniku. Engkaulah cahaya pagi yang tak pernah absen menyapa.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Mari terus menulis, menyembuhkan, dan mencinta… dengan cara kita sendiri.
PuisiMusikal #EngkaulahYuniku #SaatnyaPuisiAI #SeniUntukMakrifat #CintaTakHarusDimengerti #WarungKopiPuisi Wiko Antoni 2 (bicara) 29 Agustus 2025 15.04 (UTC)
Rabu, 30 Juli 2025
JANGAN MENYERTAH WALAU DOSENMU SELALU MARAH MARAH itu ekspresi sastrawan nya?????!
Wahai calon peneliti sastrawan besar masa depan : bersabarlah
"Menulis Skripsi Sastra: Dari Galau Jadi Guru Besar Imaginasi"
Sebuah Bimbingan Ringan Nan Menghibur untuk Mahasiswa Sastra yang (Katanya) Lagi Skripsi
1. Tentukan Tema Jangan Kayak Pilih Jodoh – Lama Tapi Gak Jadi
Tema skripsi sastra itu penting, tapi jangan dijadikan seperti pilih jodoh ideal: harus puitis, estetik, punya makna dalam, dan bisa diajak diskusi teori poskolonial.
Cukup pilih satu: yang kamu suka, yang bisa kamu pahami, dan yang ada bukunya.
๐ Contoh tema:
- Representasi Perempuan dalam Puisi-puisi Joko Pinurbo
- Kritik Sosial dalam Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari
- Unsur Mitos dalam Cerpen-cerpen Danarto
Kalau kamu sudah suka, nanti walau bab 2 tersesat ke dunia strukturalisme Levi-Strauss, kamu tetap kuat!
2. Kajian Teori Itu Kayak Bumbu Rendang – Jangan Cuma Satu!
Jangan cuma pakai satu teori biar skripsimu gak hambar. Pakai kombinasi: teori sastra + pendekatan.
Misalnya:
- Teori Dekonstruksi + Pendekatan Feminisme
- Strukturalisme Genetik + Teori Totem & Tabu (ehm, cocok buat kamu yang suka jungkir balik Freud)
Tapi ingat, jangan asal comot teori kayak ngambil mic di acara nikahan orang.
3. Objek Karya Jangan Terlalu Nyeleneh, Tapi Boleh Unik
Kalau kamu ngotot mau membahas puisi yang ditulis di balik bungkus gorengan tahun 1998, pikirkan kembali.
Objek sastra itu harus terbit, tersedia, dan bisa diteliti.
Tapi unik? Boleh!
Contoh:
- Analisis lagu-lagu Iwan Fals sebagai puisi sosial
- Cerita rakyat lokal versi ibu kamu sendiri (asal ada dokumentasi valid)
- Film sebagai teks sastra modern (kalau dosenmu tidak gaptek)
4. Bab 1 Sampai Bab 5 Jangan Kamu Nikahi Satu-Satu
Ingat, skripsi bukan sinetron 1000 episode.
Buatlah alur berpikir jelas, mengalir dari:
- BAB 1: Masalah → Rumusan → Tujuan → Manfaat
- BAB 2: Teori, bukan cerita masa kecil tokoh teori
- BAB 3: Metodologi – ini bukan tempat curhat cara cari objek
- BAB 4: Pembahasan, bukan tempatmu menulis ulang karya sastra
- BAB 5: Simpulan, bukan sambutan perpisahan
5. Jangan Takut Dosen Pembimbing – Mereka Juga Manusia (Katanya)
Kalau revisi? Terima.
Kalau dicoret-coret? Anggap itu tatto akademik.
Kalau dibalas WA 3 minggu kemudian? Jangan ngambek, bisa jadi mereka sedang membaca Derrida pakai kaca mata plus.
6. Selingi Skripsi dengan Kopi, Tapi Jangan Pacar Baru
Skripsi butuh stamina. Jangan terlalu serius sampai lupa mandi.
Tapi juga jangan terlalu santai sampai dikira kamu sedang ikut lomba “menunda hidup”.
Penutup:
Skripsi sastra itu bukan beban, tapi taman bermain teori dan rasa.
Kamu bisa menjadi seorang "pembaca kritis", "peneliti naratif", dan siapa tahu — penulis besar berikutnya.
Asal jangan menyerah hanya karena dibilang:
“Ini harus direvisi total, ya…”
Karena dari revisi-revisi itulah, skripsi jadi saksi bahwa kamu bisa berpikir dan bertahan hidup di dunia yang penuh tanda baca.
Wiko Antoni adalah pengajar dan pemerhati Sastra